Menurut dia, investor dapat mempertimbangkan eksposur pada saham BUMN untuk sektor komoditas dan sektor lainnya.
“Commodity BUMN saja, apa pun yang BUMN itu sepertinya akan menarik,” tuturnya.
Kendati demikian, IHSG telah merosot 28,74% ke level 6.162 sejak awal tahun. IHSG menjadi bursa dengan peforma paling buruk di antara bursa global dan Asia.
Tekanan pada indeks saham itu sejalan dengan net foreign sell di pasar reguler yang mencapai Rp52,49 triliun sejak awal tahun.
Indeks komposit melemah ditekan sejumlah sentimen negatif seperti pengurangan bobot di MSCI dan FTSE Russel, nilai tukar rupiah yang melemah, kekhawatiran defisit fiskal yang melebar hingga ketidakpastian kebijakan domestik.
Peringatan Lembaga Rating
Sebelumnya, dua lembaga pemeringkat dunia S&P dan Moody’s Ratings memperingkatkan risiko dari manuver pemerintah belakangan yang memusatkan ekspor komoditas mineral strategis lewat badan ekspor di bawah BPI Danantara.
S&P menilai rencana pemerintah untuk mengendalikan pengiriman komoditas secara terpusat dapat merugikan ekspor, menekan pendapatan pemerintah dan memengaruhi neraca pembayaran
“Rencana Indonesia untuk mengendalikan pengiriman komoditas secara terpusat dapat menekan ekspor, mengurangi pendapatan pemerintah, serta memengaruhi neraca pembayaran,” tulis S&P dalam laporannya, dikutip Jumat (22/5/2026).
Sejumlah risiko itu, menurut S&P, dapat mengerek ketidakpastian yang belakangan berisiko terhadap peringkat Indonesia.
Setali tiga uang, Moody’s Ratings menilai sentralisasi ekspor komoditas berpotensi berdampak negatif terhadap profil kredit perusahaan di sektor terkait, khususnya pertambangan.
“Moody’s memandang rencana sentralisasi ekspor komoditas Indonesia sebagai negatif bagi kredit perusahaan tambang dan meningkatkan risiko distorsi pasar,” kata Moody’s dalam keterangannya.
Meski demikian, Moody’s menilai kebijakan ini juga memiliki potensi dampak positif dari sisi eksternal.
Mekanisme kebijakan satu pintu lewat Danantara Sumber Daya Indonesia disebut dapat mendukung aliran masuk devisa dan nilai tukar rupiah, namun juga berpotensi membebani sentimen investor terhadap lingkungan kebijakan secara keseluruhan.
BPI Danantara akan mulai memberlakukan transaksi ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) melalui platform digital yang mulai aktif pada Januari 2027.
(naw)



























