Logo Bloomberg Technoz

“Penguatan surveilans melalui sistem kewaspadaan dini, identifikasi kasus dan kontak, maupun sumber daya termasuk koordinasi pelaporan,” tulis salah satu poin rekomendasi WHO yang ditampilkan dalam dokumen Kemenkes RI, dikutip Minggu (24/5/2026).

WHO juga meminta negara berbatasan langsung dengan wilayah wabah meningkatkan kesiapsiagaan di pintu masuk negara, rumah sakit rujukan, serta memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat.

Dalam rekomendasi untuk negara-negara lain, WHO menekankan pentingnya deteksi dini terhadap pelaku perjalanan dengan gejala demam yang tidak dapat dijelaskan dan memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terdampak.

Negara-negara juga diminta memperkuat kapasitas laboratorium dan fasilitas isolasi untuk menangani kemungkinan kasus Ebola.

WHO turut mengingatkan masyarakat internasional terkait virus Bundibugyo, salah satu spesies virus Ebola yang menjadi perhatian dalam wabah kali ini.

Informasi mengenai pencegahan dan pembatasan perjalanan bagi pasien dengan gejala Ebola juga menjadi bagian dari rekomendasi global tersebut.

Meski demikian, WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan internasional secara umum, kecuali langkah tertentu yang dinilai perlu berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Kemenkes RI melalui platform Infeksi Emerging menyatakan terus memantau perkembangan global dan menyampaikan informasi resmi terkait penyakit infeksi emerging kepada masyarakat Indonesia.

(ain)

No more pages