Di sisi lain, BRPT memastikan bahwa fundamental bisnis dan operasional grup tetap berjalan solid, ditopang oleh kinerja yang dinilai resilien.
Sebelumnya, ramai diperbincangkan di sejumlah platform media sosial mengenai dugaan margin call ini.
Para pelaku pasar menyoroti posisi TPIA sebagai salah satu ‘cash cow’ terbesar dalam grup Barito.
Kontribusi besar terhadap pendapatan dan kekuatan bisnis membuat pergerakan saham TPIA menjadi sangat krusial bagi persepsi investor terhadap grup.
Selain itu, terdapat unggahan di media sosial yang menunjukan bahwa sebagian saham TPIA digunakan sebagai jaminan pinjaman ke sejumlah bank, termasuk institusi besar seperti BTN, BNI, Bangkok Bank, hingga HSBC Singapura.
Seiring penurunan harga saham TPIA dari level puncaknya, muncul kekhawatiran di pasar mengenai potensi efek berantai apabila tekanan berlanjut dan memicu margin call.
Adapun, pada perdagangan hari ini (21/5/2026), saham TPIA jeblok 14,66% atau 390 poin ke level Rp2.270. Pelemahan harga saham TPIA sudah terjadi sejak awal Mei lalu. Secara year to date (YTD) saham TPIA turun hingga 67,57%.
(cpa/naw)



























