Logo Bloomberg Technoz

Ekonom menilai kenaikan suku bunga acuan menjadi penting untuk mencegah terjadinya Dornbusch overshooting, atau pelemahan nilai tukar yang bergerak jauh melampaui level fundamentalnya akibat kepanikan pasar dan ekspektasi yang tidak terkendali.

Jika langkah hawkish tidak diambil, maka risiko yang dihadapi bukan hanya pelemahan rupiah yang akan berlanjut, tetapi juga meningkatnya tekanan pada pasar obligasi, likuiditas domestik. Sebab, dalam situasi seperti saat ini, pasar mulai membaca adanya selisih yang makin tipis antara yield aset rupiah dengan risiko yang harus ditanggung investor. 

Di tengah kondisi ini, lantas bagaimana arah rupiah? 

Dalam tiga hari perdagangan, nilai kontrak NDF melonjak lebih dari 100 poin. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan ekspektasi depresiasi rupiah. 

Pergerakan di pasar offshore kerap jadi indikator untuk membaca arah rupiah di pasar spot. Ketika pelaku pasar global bersedia membayar nilai kontrak rupiah tersebut untuk satu bulan ke depan, artinya pasar mulai memproyeksikan tekanan yang lebih dalam terhadap mata uang Garuda. 

Pelemahan rupiah di pasar luar negeri terjadi secara konsisten sejak pekan lalu. Pada awal pekan ini, nilai kontrak tergerus 73 poin, dan sehari kemudian 69 poin. Sepertinya pasar sedang melakukan repricing terhadap risiko rupiah ke depan. 

Jika pola ini berlanjut, maka rupiah di pasar spot bisa bergerak menuju rentang Rp17.750/US$ hingga Rp17.850/US$ dalam waktu dekat. Bahkan, risiko overshooting berpotensi makin terbuka apabila terjadi capital outflow lebih besar dari pasar obligasi domestik. 

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Rupiah Rabu 20 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah masih berisiko melanjutkan pelemahan hari ini. Target menuju level Rp17.750/US$ yang merupakan support pertama dengan target pelemahan kedua akan tertahan di Rp17.800/US$.

Apabila kembali break kedua support tersebut dengan volume yang besar, maka rupiah kemungkinan akan melemah lebih lanjut dengan support terkuat di Rp18.000/US$.

Namun jika rupiah mampu menguat hari ini, maka resistance yang menarik dicermati ada pada level Rp17.650-17.600/US$.

(riset/aji)

No more pages