Logo Bloomberg Technoz

Turun 4%, IHSG Terendah dalam Setahun

Muhammad Julian Fadli
19 May 2026 14:59

Karyawan melihat layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan melihat layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertambah dalam. Pada Selasa (19/5/2026) pukul 14:00 WIB, IHSG terkoreksi 4% lebih menyentuh level 6.323. Ini menjadi yang terlemah sejak April tahun lalu.

Tekanan jual yang makin deras tercermin dari rentang perdagangan di area level 6.635 sampai dengan terlemahnya hingga menyentuh 6.323. Transaksi perdagangan saham didominasi aksi jual dengan volume mencapai 37,44  miliar saham dan nilai Rp19,72 triliun. Frekuensi yang terjadi 2,29 juta kali.

Hanya ada 92 saham yang menguat. Sedangkan 645 saham melemah dan 79 saham lainnya tidak bergerak.


Sejumlah saham menjadi pemberat laju IHSG. Sektor barang baku, saham energi, dan saham transportasi mencatatkan penurunan paling jeblok, dengan masing–masing drop mencapai 8,63%, 7,86% dan 6,31%.

Berikut sejumlah saham yang menjadi laggard terbesar:

  1. Ekamas Mora Republik (MORA) menekan 16,67 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) menekan 12,82 poin
  3. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menekan 11,52 poin
  4. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 11,21 poin
  5. Bayan Resources (BYAN) menekan 10,38 poin