Rupiah Dekati Rp17.700/US$, Sudah Saatnya BI Rate Naik?
Tim Riset Bloomberg Technoz
19 May 2026 09:23

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini, Selasa (19/5/2026), dibuka melemah 0,11% di Rp17.675/US$. Tak lama berselang, rupiah kembali tergerus 0,19% ke Rp17.690/US$ pada pukul 09:05 WIB.
Dengan demikian, mata uang Nusantara resmi mencatat rekor terlemah baru.
Rupanya optimisme pelaku pasar terkait perang AS-Iran yang hari ini menyengat pasar Asia belum mampu meredam volatilitas mata uang Garuda. Indeks dolar AS tercatat masih bertahan di level 99,03, dan harga minyak mentah dunia masih dibanderol US$109,41 per barel, meski tercatat turun 2,4% lantaran AS disebut akan menunda serangan terhadap Iran setelah ada permintaan dari para pemimpin negara-negara sekutu di Teluk Persia yang meminta lebih banyak waktu untuk mengejar solusi diplomatik.
Namun, harga minyak mentah global bertahan tinggi di atas US$100 per barel masih menciptakan ketidakpastian di pasar Asia. Terlebih belum ada kabar baik terkait kondisi Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak.
Alhasil, hanya sedikit mata uang kawasan Asia yang bergerak di zona hijau dengan penguatan yang cenderung terbatas. Sebaliknya di zona merah, pelemahan terjadi cukup dalam di beberapa mata uang. Seperti won Korea Selatan, dolar Taiwan, dan rupiah yang menempati posisi ketiga terlemah hari ini.































