Logo Bloomberg Technoz

“Gejala Ebola dapat muncul mendadak, antara lain demam, lemas, nyeri otot, sakit kepala, yang dapat disertai muntah, diare, hingga perdarahan. Masa inkubasi virusnya berkisar antara 2–21 hari,” kata dia.

Kemenkes juga mengungkapkan terdapat tiga strain virus yang paling sering menyebabkan wabah, yakni Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan Bundibugyo Virus Disease (BVD) yang saat ini tengah berkembang.

“Penularannya terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang terkontaminasi dari manusia maupun hewan yang terinfeksi yang masuk melalui kulit atau selaput lendir manusia,” ujar Aji.

Hingga kini belum tersedia pengobatan spesifik yang dapat diakses secara luas untuk menangani Ebola. Penanganan pasien umumnya dilakukan melalui perawatan suportif intensif guna membantu meningkatkan peluang kesembuhan. 

Sementara itu, vaksin Ebola yang tersedia masih terbatas penggunaannya dan diprioritaskan untuk penanganan wabah di wilayah Afrika.

“Hingga saat ini belum terdapat pengobatan spesifik yang tersedia luas, sehingga penanganan terutama berupa perawatan suportif intensif. Vaksin yang tersedia juga terbatas digunakan untuk penanganan wabah di Afrika,” tuturnya.

WHO menetapkan status PHEIC terhadap wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo karena adanya penyebaran lintas wilayah dan lintas negara, tingginya angka kematian, serta masih adanya ketidakpastian terkait kondisi dan luas penyebaran wabah. Meski demikian, status tersebut belum masuk kategori pandemi.

“Penetapan ini menunjukkan perlunya kewaspadaan dan koordinasi di tingkat global, namun belum termasuk kategori pandemi,” kata Aji.

(dec)

No more pages