Logo Bloomberg Technoz

Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2026 yang mencapai 5% secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

Laode menambahkan, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik global, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga.

Misalnya; proyeksi penurunan permintaan minyak global pada kuartal II-2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta barel per hari (bph) secara year on year (yoy) dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan AS.

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri,” jelas Laode.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2026 dibandingkan dengan Maret 2026:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia meningkat sebesarUS$15,05/bbl dari US$102,26/bbl menjadi US$117,31/bbl.
  • Brent (ICE) meningkat sebesar US$2,86/bbl dari US$99,60/bbl menjadi US$102,46/bbl.
  • WTI (Nymex) meningkat sebesar US$7,06/bbl dari US$91,00/bbl menjadi US$98,06/bbl.
  • Dated Brent meningkat sebesar US$16,66/bbl dari US$103,89/bbl menjadi US$120,55/bbl.
  • Basket OPEC menurun sebesar US$7,81/bbl dari US$116,36/bbl menjadi US$108,55/bbl (per 29 April 2026).

(smr/wdh)

No more pages