Salah satu hal yang sudah dilakukan oleh Bank Sentral adalah dengan menggelontorkan lebih dari US$10 miliar cadangan devisa dalam empat bulan terakhir sebagai upaya menjaga stabilitas Rupiah.
“Dengan mempertimbangkan berbagai intervensi tersebut, pelemahan Rupiah saat ini tampaknya tidak mudah diselesaikan hanya dengan mengandalkan instrumen moneter. Meski menjaga stabilitas Rupiah merupakan mandat Bank Indonesia, tekanan terhadap mata uang saat ini berasal dari sisi fiskal dan struktural,” kata peneliti LPEM UI Jahen F. Rezki dalam Macroeconomic Analysis Series May 2026, dikutip Selasa (19/5/2026).
Ia melihat bahwa Bank Indonesia juga telah melanjarkan berbagai jurus intervensi untuk meredam laju pelemahan rupiah dengan aktif menggunakan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF).
(ell)


























