Logo Bloomberg Technoz

Menurut Prabowo, dalam waktu sekitar tujuh bulan pemerintah mampu mengoperasionalkan koperasi desa secara masif. Bahkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, pembangunan fisik seperti gedung, gudang, dan sistem pendukung telah mencapai lebih dari 9.000 unit.

“Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan Kopdes, tapi dilaporkan Menko [Zulkifli Hasan] secara fisik lebih dari 9.000, gedung, gudang, sistem. Saya kira ini prestasi bagi Republik Indonesia,” ucapnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa koperasi desa tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai layanan penting bagi masyarakat, termasuk gerai lembaga keuangan untuk mendukung akses permodalan warga desa.

“Akan ada gerai lembaga keuangan di Kopdes ini. Dengan Kopdes ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, punya kekuatan sendiri,” ujarnya.

Ia menyoroti persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, mulai dari pupuk, modal, hingga distribusi hasil panen ke pasar. Sehingga, koperasi desa diharapkan akan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat desa dengan berbagai fasilitas yang terintegrasi.

“Inilah kegiatan Kopdes. Ada sembako, juga penyalur gas, pupuk subsidi, sembako subsidi, kredit murah, logistik murah, bansos, menyerap gabah petani, dan apotik obat murah,” jelasnya.

Prabowo bahkan dalam pidatonya, menantang pihak-pihak yang meragukan capaian tersebut untuk melakukan riset dan membandingkan dengan negara lain. Kata dia, hingga saat ini belum ada negara lain selain Indonesia meresmikan koperasi dalam jumlah fantastis  tersebut.

“Silakan lakukan riset, negara mana yang meresmikan 20 ribu koperasi dalam satu tahun. Ini membuktikan bahwa pemerintah Indonesia dengan lembaganya kalau punya kehendak, kita mampu berbuat yang luar biasa,” tegas Prabowo.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk meninggalkan mentalitas rendah diri dan membangun keyakinan bahwa Indonesia mampu menjadi bangsa yang kuat dan maju.

“Kita harus hilangkan mental bahwa bangsa lemah, kalah. No. Kita tidak boleh jadi bangsa kalah, tapi kita menang,” pungkasnya

(mef/ell)

No more pages