Logo Bloomberg Technoz

Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa SpaceX telah mengajukan dokumen IPO secara rahasia dan berupaya menghimpun dana hingga US$75 miliar (Rp 1,32 kuadriliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp17.600) dengan valuasi lebih dari US$2 triliun (35,2 kuadriliun). Jika terealisasi, IPO tersebut akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Perusahaan juga menunjuk Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley untuk memegang peran senior dalam IPO tersebut, sekaligus menambah sejumlah bank lain dalam jajaran penjamin emisi.

SpaceX berkembang dari perusahaan kecil di industri antariksa menjadi raksasa dirgantara dengan kontrak pemerintah bernilai miliaran dolar dan kini menjadi salah satu tulang punggung program luar angkasa Amerika Serikat.

Selain bisnis peluncuran roket, layanan internet berbasis satelit Starlink milik SpaceX mengoperasikan jaringan satelit terbesar di orbit rendah Bumi dan menjadi sumber pendapatan penting bagi perusahaan.

SpaceX juga memiliki asisten AI Grok setelah mengakuisisi xAI melalui transaksi seluruh saham pada Februari lalu.

Menurut Bloomberg Intelligence, program peluncuran roket dan layanan satelit Starlink menghasilkan mayoritas pendapatan perusahaan yang diperkirakan mendekati US$20 miliar (Rp 352 triliun) pada 2026, sementara xAI kemungkinan menghasilkan kurang dari US$1 miliar (Rp17,6 triliun.

IPO SpaceX diperkirakan menjadi salah satu peristiwa terbesar di pasar modal global karena investor akan mendapatkan kesempatan membeli saham perusahaan yang merepresentasikan visi Musk untuk membangun kekuatan gabungan antara industri antariksa dan kecerdasan buatan, sekaligus mengejar ambisinya yang kerap diulang untuk “menjadikan kehidupan bersifat multiplanet.”

(bbn)

No more pages