Logo Bloomberg Technoz

Penyakit virus Ebola termasuk di antara penyakit menular paling mematikan di dunia, dengan wabah yang menewaskan antara seperempat hingga hampir 90% dari mereka yang terinfeksi.

Provinsi Ituri sendiri terkenal kaya akan emas, dengan puluhan ribu orang bekerja di tambang tradisional. Operasi industri terdekatnya berjarak hanya 130 mil atau sekitar 210 kilometer dari pusat wabah.

Mobilitas tenaga kerja pada sektor ini sangat tinggi dengan perbatasan yang mudah ditembus. Hal ini akan mempersulit pemantauan penyakit dan pelacakan kontak, karena para pedagang berpindah-pindah antara kamp-kamp terpencil dan pusat-pusat perdagangan di negara-negara tetangga.

Selain itu, menurut para ahli PBB, banyak tambang yang dikuasai oleh kelompok bersenjata atau anggota tentara Kongo yang membelot.

Layanan kesehatan di negara tersebut semakin terdampak oleh keputusan pemerintah AS tahun lalu untuk memotong dana bantuan internasional.

Virus Ebola sendiri menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh. Orang yang terjangkit akan mengalami demam, muntah, diare, dan pendarahan internal. Sistem kesehatan yang lemah dan keterlambatan dalam mendeteksi kasus dapat menyebabkan epidemi meluas dengan cepat.

Namun, Kongo telah mengembangkan keahlian yang signifikan dalam menanggulangi Ebola setelah menghadapi lebih dari selusin epidemi sejak virus tersebut pertama kali diidentifikasi di dekat Sungai Ebola pada tahun 1976.

Institut Nasional Penelitian Biomedis Kongo (INRB) telah menjadi salah satu pusat genomika virus terkemuka di Afrika, sementara otoritas kesehatan telah membangun sistem untuk pengujian cepat, vaksinasi cincin, pelacakan kontak, dan keterlibatan masyarakat. Wabah terakhir di negara tersebut pada Oktober berhasil dikendalikan dalam enam minggu.

INRB dan Kementerian Kesehatan Kongo tidak segera menanggapi panggilan dan pesan yang meminta komentar.

Hasil pengujian awal dari klaster terbaru menunjukkan adanya virus Ebola non-Zaire, dengan hasil sekuensing yang lebih rinci diperkirakan akan tersedia dalam waktu 24 jam, kata Africa CDC. Dari enam spesies virus Ebola yang diketahui, empat di antaranya telah menyebabkan wabah besar pada manusia.

Meskipun strain Zaire adalah yang paling mematikan dan paling umum, virus Ebola Sudan sebelumnya pernah menyebabkan wabah di kawasan tersebut dan belum ada vaksin yang disetujui secara luas untuk mengatasinya.

Africa CDC sedang mengadakan pertemuan dengan pejabat pemerintah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan perusahaan farmasi termasuk Merck & Co., Johnson & Johnson, dan Moderna Inc.

(bbn)

No more pages