Logo Bloomberg Technoz

Afrika Larang Ekspor Logam Baterai, Penambang China Kelabakan

News
24 March 2026 21:00

Pabrik baterai di China. (Dok: Bloomberg)
Pabrik baterai di China. (Dok: Bloomberg)

Annie Lee dan William Clowes - Bloomberg News

Bloomberg, Pembatasan ekspor logam penting untuk baterai oleh Afrika memberikan pukulan telak bagi perusahaan-perusahaan China yang telah menghabiskan miliaran dolar untuk mengembangkan tambang di sana guna mendominasi pasokan global.

Selama lebih dari satu dekade, perusahaan tambang China telah menginvestasikan uang di Afrika untuk mengamankan bahan baku bagi smelter dan pabrik mereka di negara asal, di tengah ekspektasi peningkatan permintaan mineral yang digunakan dalam kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) dan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS).


Sementara bagian lain dunia menolak upaya China untuk mendapatkan pijakan, negara-negara Afrika sebagian besar masih menyambut investasi tersebut.

Namun, keadaan menjadi makin sulit. Republik Demokratik Kongo mulai memberlakukan pembatasan ekspor kobalt pada Februari 2025 untuk mengurangi kelebihan pasokan dan mendapatkan nilai lebih dari hasil produksinya, sementara Zimbabwe bulan lalu melarang pengiriman konsentrat litium untuk mendorong pengolahan lokal.