Secara regional, pelemahan juga terjadi di sejumlah bursa Asia lainnya. Sentimen negatif dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian global, termasuk perkembangan negosiasi damai Iran, minimnya hasil dari pertemuan Amerika Serikat dan China, serta kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak yang menekan minat terhadap aset berisiko.
Lebih lanjut, volatilitas pasar Korea juga meningkat signifikan, dengan pergerakan harian lebih dari 5% menjadi semakin sering terjadi. Di saat yang sama, partisipasi investor ritel meningkat, ditandai dengan lonjakan volume transaksi dan penggunaan margin untuk memperbesar eksposur investasi.
Dengan penurunan ini, KOSPI menghapus seluruh catatan penguatan dalam sepekan dan berpotensi mencatatkan penurunan mingguan pertama setelah lima pekan berturut-turut mengalami kenaikan.Perburuan Saham Berbasis AI Mereda, KOSPI Melemah Hampir 7%
(lav)





























