Masuknya Warsh ke dalam jajaran dewan terjadi di saat Donald Trump terus mendesak Federal Reserve memangkas suku bunga secara drastis. Namun, langkah tersebut diprediksi akan semakin sulit bagi The Fed mengingat inflasi kembali melonjak pada April, terutama untuk biaya bahan bakar, pangan, dan sewa tempat tinggal.
Konfirmasi Warsh ini sebenarnya hampir dipastikan aman sejak Senator Thom Tillis, politikus Republik dari North Carolina, mencabut blokadenya terhadap konfirmasi nominasi The Fed. Langkah Tillis ini diambil setelah Departemen Kehakiman mengumumkan telah mengakhiri penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell terkait pembengkakan biaya renovasi gedung Federal Reserve.
Sebelumnya, Tillis, Powell, dan banyak politikus Demokrat menganggap penyelidikan kriminal terhadap Gubernur The Fed tersebut sebagai upaya pemerintahan Trump untuk menekannya agar menurunkan suku bunga lebih cepat.
Mayoritas politikus Demokrat menentang Warsh karena khawatir ia tidak akan mampu menjaga independensi bank sentral dalam kebijakan moneter. Selain itu, Demokrat juga masih tidak puas dengan upaya Trump untuk memecat Deputi Gubernur The Fed Lisa Cook, yang mereka anggap sebagai bagian dari kampanye intimidasi Trump terhadap anggota dewan bank sentral.
Senator utama dari Partai Demokrat di komite perbankan, Elizabeth Warren, bahkan melabeli Warsh sebagai "boneka" bagi Trump. Warren juga mengkritik Warsh karena menolak menyatakan bahwa Joe Biden memenangkan Pemilu 2020 saat sidang konfirmasi berlangsung.
Meski demikian, Warsh berulang kali berjanji akan bertindak secara independen jika ia resmi dikonfirmasi sebagai Gubernur The Fed.
(bbn)





























