Meski begitu, Ia tak menampik bahwa beberapa bank sentral juga menjual emas pada kuartal I-2026 seperti bank sentral Turki yang menjual emas untuk mempertahankan mata uangnya. Bank Sentral Rusia juga menjual sebagian emas untuk mendanai perang di Ukraina.
“Namun kami belum melihat aksi jual emas secara luas oleh bank sentral. Faktanya, sebagian besar pergerakan bank sentral masih berada di sisi akumulasi,” kata Shaokai.
Sementara itu, permintaan emas dari sektor teknologi menjadi permintaan dengan kontribusi terkecil. Namun segmen ini tetap penting dengan permintaan mencapai 81,6 ton di sepanjang 2026.
“Dan pada kuartal pertama, segmen ini mencatatkan pertumbuhan yang relatif kuat sebesar 1% secara tahunan. Hal itu didorong oleh berlanjutnya permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence,” katanya.
Permintaan Investasi Turun
Meski demikian, Shaokai mengakui adanya penurunan permintaan investasi di kuartal I-2026 meski masih menjadi kontributor terbesar permintaan emas.
“Total permintaan investasi turun 5% secara tahunan menjadi 536 ton. Namun secara historis, angka tersebut masih tergolong kuat,” kata Shaokai.
Meski demikian apabila dilihat dari sisi nilai permintaan investasi masih mencatat angka US$84 miliar, yang ditopang oleh harga emas yang sangat kuat.
Shaokai menyebut Permintaan emas batangan dan koin pada kuartal I-2026 cukup kuat yakni sebesar 42% year-on-year menjadi sebesar 474 ton dan membantu mengimbangi permintaan ETF yang sedang lemah.
(ell)




























