Logo Bloomberg Technoz

Berikut 10 saham dengan angka net buy tertinggi yang paling jadi incaran oleh investor asing sepanjang perdagangan Selasa (12/5/2026):

  1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp95,13 miliar
  2. PT Timah Tbk (TINS) Rp48,27 miliar
  3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp43,53 miliar
  4. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp41,84 miliar
  5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp34,54 miliar
  6. PT Indosat Tbk (ISAT) Rp33,53 miliar
  7. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp26,67 miliar
  8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp21,03 miliar
  9. PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) Rp20,92 miliar
  10. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp15,24 miliar

Hasil Rebalancing Indeks MSCI

12 Mei, MSCI resmi mengumumkan hasil rebalancing periode Mei 2026. Hasilnya, penyedia indeks global ini masih membekukan (freeze) penambahan konstituen dari Bursa Saham Indonesia untuk kategori MSCI Global Standard Index.

Pada saat yang sama, sejumlah saham konstituen Indonesia terdepak dari jajaran MSCI Global Standard Index. Berdasarkan publikasi resmi MSCI, mengutip Rabu (13/5/2026), saham yang terdepak adalah, AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Dari deretan saham tersebut, hanya AMRT yang tidak sepenuhnya keluar dari seluruh kategori indeks yang diterbitkan MSCI.

Posisi AMRT turun kelas ke kategori MSCI Small Cap Indexes. Sementara, sebanyak 13 saham keluar dari kategori ini.

Belasan saham tersebut adalah, ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Sehingga, total ada 18 saham konstituen dari Bursa Saham Indonesia yang terdepak dari seluruh kategori indeks MSCI.

Selanjutnya MSCI akan melakukan review berikutnya pada 12 Agustus 2026. Hasil review periode ini akan berlaku pada 1 September 2026.

(fad)

No more pages