Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi, meskipun divisi e-commerce Shopee tetap menjadi platform terkemuka di kawasan ini, ancaman regulasi yang membayangi di Indonesia berpotensi menghambat permintaan di salah satu pasar terbesarnya.

Dalam pidatonya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto menguraikan rencana untuk membatasi komisi yang diperoleh platform dari pengemudi ojek. Pengumuman yang menimbulkan kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak pada penyedia jasa logistik yang menopang operasi e-commerce Sea.

Potensi pembatasan belanja online bagi anak-anak di Indonesia juga dapat menambah ketidakpastian regulasi di ekonomi terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Saham Sea naik sekitar 6% dalam perdagangan pra-pasar. Saham tersebut telah anjlok lebih dari 50% sejak mencapai level tertinggi pada bulan September, seiring para investor mengevaluasi prospek perusahaan di tengah persaingan pasar yang ketat. 

Bulan November silam  Sea mengumumkan program buyback saham pertamanya senilai hingga US$1 miliar, dengan tujuan untuk memberikan imbalan kepada investor dan memanfaatkan penurunan harga saham tersebut.

Untuk tahun 2026, Sea menyatakan bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai panduan pertumbuhannya sebesar sekitar 25% dalam nilai barang bruto e-commerce. Namun, perusahaan mengorbankan sebagian profitabilitasnya demi pertumbuhan tersebut. Pada kuartal pertama, pendapatan Shopee tumbuh sekitar 45% sementara laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan turun 16%.

Li mempercepat upaya Sea dalam bidang kecerdasan buatan (AI), meyakini teknologi ini dapat menjadi landasan fase pertumbuhan berikutnya perusahaan, layaknya kemunculan PC dan smartphone yang mendorong pertumbuhan Shopee dan unit game Sea, Garena.

Dalam memo Oktober, Li menegaskan kepada karyawan bahwa kapitalisasi pasar perusahaan US$1 triliun mungkin tercapai di era AI jika mereka “membuat keputusan yang tepat, melaksanakan dengan sangat baik, tetap sangat disiplin, dan bersaing tanpa henti.”

Sejauh ini, Sea telah mengintegrasikan teknologi baru tersebut dalam skala kecil, seperti melalui rekomendasi produk dan alat bantu penjual, serta melalui kemitraan. 

Bulan Februari, Sea menyatakan akan bekerja sama dengan Google milik Alphabet Inc. untuk mengintegrasikan AI ke seluruh operasinya — termasuk mengembangkan agen belanja AI — sebagai upaya untuk tetap unggul di atas para pesaingnya.

Posisi induk dari Shopee dan Garena terbukti mampu menyeimbangkan monetisasi dengan reinvestasi, menurut analis dari Bloomberg Intelligence.

Perusahaan juga mendapat dukungan dari jejaringnya yang kuat, “di mana skala Shopee menarik pedagang, memperluas pilihan produk, dan memperkuat keterlibatan pengguna di seluruh Asia Tenggara,” sebut Lea El-Hage dan Nathan Naidu.

Sea dianggap juga dalam tren pertumbuhan berkat biaya potongan yang lebih tinggi. perusahaan juga secara agresif beriklan meski pada sisi lainnya terdapat tekanan margin dalam jangka pendek akibat berbagai invetasi.

“Di Brasil, rendahnya penetrasi pemenuhan pesanan menandakan potensi monetisasi jangka panjang, yang akan membutuhkan investasi berkelanjutan. Ekspansi Monee didukung oleh penjaminan yang disiplin dan pertumbuhan pinjaman di luar Shopee, dengan memperhatikan kualitas kredit.”

(red)

No more pages