Begitu juga dengan saham Prajogo Pangestu lainnya, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) yang menguat 455 poin dengan kenaikan 9,25% di posisi Rp5.375/saham pada penutupan perdagangan.
Kenaikan saham BRPT dan saham PTRO tersebut turut menahan kejatuhan IHSG yang ditutup ‘hanya’ melemah 0,68%.
Terbatasnya pelemahan IHSG tak lepas dari kenaikan dan reboundnya sejumlah saham big caps. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Selasa (12/5/2026).
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 16,67 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 4,87 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 3,15 poin
- Petrosea (PTRO) menyumbang 3,01 poin
- Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 2,92 poin
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menyumbang 2,84 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 2,65 poin
- Pacific Strategic Financial (APIC) menyumbang 2,49 poin
- Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 2,07 poin
- Indosat (ISAT) menyumbang 2,01 poin
Namun, rebound IHSG dibatasi amblasnya banyak saham. Diantaranya sebagai berikut.
- Ekamas Mora Republik (MORA) menekan 24,32 poin
- Astra International (ASII) menekan 8,01 poin
- Bayan Resources (BYAN) menekan 7,18 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menekan 6,67 poin
- DCI Indonesia (DCII) menekan 5,97 poin
- Impack Pratama Industri (IMPC) menekan 4,86 poin
- Mayapada Hospital (SRAJ) mengurangi 4,63 poin
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) mengurangi 3,41 poin
- Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menekan 2,69 poin
- Aneka Tambang (ANTM) menekan 2,45 poin
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah di level 6.858 pada perdagangan Selasa, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada level terendah baru (All Time Low/ATL) serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG.
Kenaikan yield SUN dengan tenor 10 tahun sebesar 10 bps di level 6,72% yang merupakan level tertinggi dalam dua pekan disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran akan pelebaran defisit APBN, juga jadi sebab.
Namun demikian, kenaikan yield surat utang bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat (AS) sendiri, yield obligasi pemerintah AS meningkat menantikan data inflasi. Sedang di Inggris, yield obligasi pemerintah Inggris meningkat ke level tertinggi sejak tahun 2008 karena tekanan PM Inggris untuk mundur dari jabatannya.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 6.700–6.750, namun jika IHSG bertahan di atas level tersebut diperkirakan berpotensi terjadi technical rebound, menguji level 6.900,” papar Phintraco Sekuritas, dalam catatan terbarunya pada Selasa.
Senada, menyitir Panin Sekuritas, IHSG ditutup di zona merah, berada di bawah support 6.877. Dengan itu IHSG berkemungkinan melanjutkan pelemahan menuju support selanjutnya di range 6.579–6.684.
Namun di lain sisi, seiring Stochastic bullish divergence, golden cross di area oversold, IHSG masih berpeluang menuju MA-20 di 7.148.
(fad)






























