Logo Bloomberg Technoz

Rupiah pada perdagangan pagi hari ini melanjutkan tren pelemahan, hingga menyeret IHSG ke zona merah. Mengacu data Bloomberg, rupiah tengah melemah 0,53% di pasar spot menyentuh Rp17.505/US$.

Jika rupiah terus melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini, maka support menarik dicermati pada level Rp17.550/US$ dan selanjutnya Rp17.600/US$ secara potensial menahan rupiah.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 12 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Sentimen global dirasa terus memburuk. Harga minyak tertahan di level tinggi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguannya terhadap masa depan gencatan senjata dengan Iran. Sikap ini muncul menyusul penolakan Trump terhadap tawaran perdamaian terbaru dari Teheran, yang sekaligus memperpanjang penutupan efektif jalur vital Selat Hormuz.

"Kesepakatan damai yang komprehensif tampaknya sulit terwujud," tulis analis Bloomberg Economics, termasuk Dina Esfandiary dan Becca Wasser, dalam catatan terbarunya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$99,19 per barel, menguat 4,62%. Harga minyak Brent berada di US$105,29 per barel pada 09:25 WIB. 

Di hadapan para jurnalis di Ruang Oval Gedung Putih, Trump menyebut gencatan senjata tersebut saat ini sedang dalam masa kritis sembari mencemooh tanggapan Iran atas proposal penghentian perang yang telah berlangsung selama 10 minggu tersebut.

Lebih lanjut, persepsi risiko terhadap aset di pasar negara berkembang termasuk Indonesia masih relatif tinggi, ketidakpastian global membuat aliran modal asing yang masuk belum cukup deras untuk bisa menopang penguatan rupiah secara berkelanjutan.

Selain itu, vonis dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan hari ini menambah beban pagi pergerakan aset berdenominasi rupiah. Pasar akan mencermati pengumuman dari MSCI terkait potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks global tersebut. 

(fad/aji)

No more pages