Logo Bloomberg Technoz

Kondisi tersebut jadi katalis positif bagi pasar obligasi domestik, sebab stabilitas rupiah cdnderung meningkatkan daya tarik aset rupiah, termasuk SUN. Hingga 30 April, investor masih mencatatkan arus modal masuk sebesar US$263,2 juta secara harian, dan US$476,8 juta secara mingguan. 

Meski demikian, pelaku pasar sepertinya masih akan mencermati sejumlah risiko eksternal yang berpotensi membatasi penguatan pasar obligasi ke depan. Seperti arah kebijakan suku bunga The Fed, pergerakan harga minyak, serta adanya pergerakan arus modal asing di kawasan. 

Dari dalam negeri, sepertinya investor juga menanti konsistensi stabilisasi rupiah serta arah kebijakan Bank Indonesia. Terlebih, penawaran yang masuk pada lelang instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kemarin naik 41,53% menjadi Rp39,99 triliun, dari posisi lelang sebelumnya Rp28,25 triliun.

Meski permintaan naik tajam, nilai yang dimenangkan oleh BI justru turun menjadi Rp2,46 triliun, dari sebelumnya Rp27 triliun. Hal ini lantaran BI menahan tingkat imbal hasil SRBI yang sudah dinaikkan di level 6,5% dari penawaran investor yang menembus 7,5%. 

Selain itu, pasar juga masih menaruh perhatian pada kondisi fiskal yang tercatat defisit Rp240,1 triliun, atau setara dengan 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per akhir Maret. 

(dsp/aji)

No more pages