Bentrokan antara Israel dan Hizbullah kembali pecah pada awal Maret setelah milisi Lebanon tersebut menembakkan roket dan pesawat nirawak ke wilayah Israel. Hizbullah menyatakan serangan itu merupakan aksi balas dendam atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di awal perang Iran yang meletus setelah AS dan Israel menyerang Republik Islam tersebut pada 28 Februari.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat jumlah korban tewas telah melampaui 2.700 jiwa. Sementara itu, puluhan warga Israel tewas dalam serangan oleh Iran dan Hizbullah. Namun, Hizbullah telah menderita kerugian besar dan kehilangan banyak pemimpin pentingnya dalam perang sebelumnya yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023.
Serangan ke Beirut ini terjadi tepat saat AS dan Iran tengah mempertimbangkan proposal baru untuk mengakhiri perang mereka. Teheran telah mengancam akan menarik diri dari gencatan senjata dengan AS jika Israel terus melanjutkan kampanye militernya di Lebanon.
Netanyahu mengungkapkan bahwa dirinya berbicara dengan Presiden Donald Trump "hampir setiap hari," dan mengeklaim adanya "koordinasi penuh" antara AS dan Israel.
AS diharapkan dapat segera menetapkan tanggal negosiasi antara Israel dan Lebanon. Namun, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan pada akhir April lalu bahwa pembicaraan tidak dapat dilakukan sampai gencatan senjata diimplementasikan sepenuhnya.
Meskipun dalam masa gencatan senjata, Israel dan Hizbullah masih rutin melakukan baku tembak, meski dengan intensitas yang lebih rendah. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyatakan pada hari Rabu bahwa pertemuan tingkat tinggi antara Lebanon dan Israel—dua negara yang tidak saling mengakui—tetap sulit terjadi dalam situasi saat ini.
Agustus lalu, Salam telah menugaskan tentara Lebanon untuk menyusun rencana penyitaan seluruh senjata di negara yang didera perang tersebut. Namun, Hizbullah dengan tegas menolak untuk menyerahkan kekuatan militernya, sementara angkatan bersenjata Lebanon sendiri kekurangan sumber daya untuk melaksanakan perlucutan senjata tersebut.
(bbn)































