Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Finis di Jalur Hijau, Kembali ke Bawah Rp17.400/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 May 2026 15:24

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bersama mata uang Asia, rupiah melanjutkan rebound hingga menutup hari dengan penguatan 0,21% di posisi Rp17.389/US$. 

Kebangkitan mata uang Asia setelah sempat tertekan beberapa hari terakhir ditopang oleh menguatnya sentimen di sektor kecerdasan buatan (AI), dan ada peningkatan harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. 

Mata uang kawasan Asia, Rabu (6/5/2026). (Bloomberg)

Di kawasan, sore ini won Korea Selatan jadi pemimpin penguatan dengan kenaikan terbesar dalam tiga pekan terakhir 1,5%. Disusul baht Thailand 1,09%, yang menjadi kenaikan tertingginya sejak 17 April.


Pergerakan baht jadi katalis bagi kawasan, terutama bagi negara-negara yang sensitif terhadap pergerakan harga minyak. 

Di sisi lain, yen Jepang menguat ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.