Logo Bloomberg Technoz

PGN Gagas Minta Konversi LPG ke CNG Bertahap, Tak Bisa 1—2 Tahun

Azura Yumna Ramadani Purnama
06 May 2026 13:30

Pengukur tekanan gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-Prashanth Vishwanathan
Pengukur tekanan gas alam terkompresi (CNG)./Bloomberg-Prashanth Vishwanathan

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) menyatakan siap mendukung program masifikasi pemanfaatan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG), tetapi meminta program tersebut dijalankan bertahap.

Direktur Operasi dan Komersial PGN Gagas Maisalina menyatakan, per Mei 2026, perseroan sudah mengoperasikan 11 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Selain itu, terdapat 19 SPBG yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).

Dia menilai infrastruktur yang dimiliki perseroan sudah dapat dimanfaatkan untuk program konversi CNG dari gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG), tetapi Maisalina memandang program tersebut tidak bisa langsung dijalankan secara penuh dalam 1—2 tahun.


“Jadi secara infrastruktur prinsipnya kami siap untuk mendukung semua arah kebijakan dari pemerintah. [...] Memang bertahap kita tidak bisa langsung dalam waktu 1—2 tahun berjalan semua, tetapi pada prinsipnya kami siap mendukung dan kami siap berkoordinasi sesuai dengan kebijakan pemerintah,” kata Maisalina dalam diskusi publik, Selasa (5/5/2026).

Tangki gas alam terkompresi (CNG) dan saluran bahan bakar di Montgomery County Fleet Management Services di Rockville, Maryland, AS./Bloomberg

Perseroan saat ini mengelola pipa transmisi sepanjang 5.884 km yang berfungsi menyalurkan gas dari sumber ke wilayah besar, serta pipa distribusi sepanjang 7.669 km untuk penyaluran ke konsumen.