Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta yang hadir mewakili Gubernur Bank Indonesia, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Kyrgyzstan, Siti Ruhaini Dzuhayatin.
“Koordinasi yang erat antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi kunci untuk menjaga ketahanan ekonomi kawasan," ujar Filianingsih.
Di saat yang sama, lanjut dia, kewaspadaan perlu terus diperkuat melalui kebijakan domestik yang solid dan kerja sama regional. Dalam konteks ini, CMIM berperan strategis dalam pilar utama jaring pengaman keuangan kawasan. Karenanya, penguatan CMIM penting agar semakin adaptif dan responsif menghadapi berbagai tantangan.
AFMGM+3 merupakan forum tahunan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3 untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional serta memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan di kawasan. Pertemuan ke-29 ini dipimpin oleh Co-Chairs Filipina dan Jepang, serta dihadiri oleh seluruh negara anggota ASEAN bersama Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok, serta perwakilan AMRO, Asian Development Bank (ADB), Sekretariat ASEAN, dan International Monetary Fund (IMF).
Pertemuan tahun ini juga diikuti Timor-Leste yang mulai bergabung dalam ASEAN. Forum ini juga mengapresiasi peran strategis ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) yang selama 10 tahun terakhir berperan sebagai penasihat kebijakan regional dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan. Selanjutnya, Singapura dan Korea akan bertindak sebagai Co-Chairs ASEAN+3 AFMGM+3 ke-30 pada tahun 2027.
(lav)
































