Namun yang terang, Rosan memastikan rencana pengakumulasian saham GoTo berlangsung secara bertahap dan keputusan ini didasari atas rencana pemerintah mengatur kepentingan mitra ojol.
“Yang paling penting kalau di kita [pemerintah RI] itu adalah kepentingan ojol yang kita prioritaskan. Jadi kalau kita lihat kemarin, yang sebelumnya, belum ada BPJS ketenagakerjaan, BPJS kesehatan, itu mulai diterapkan. Kemudian kemarin BHR atau THR itu juga double ya kan,”
R A Koesoemohadiani, Corporate Secretary GoTo, dalam bunyi klarifikasinya menyebut bahwa Danantara telah membeli saham perusahaan kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan.
Keputusan investasi Danantara pun mendapat sambutan baik dan menjadi dorongan positif GoTo untuk meneruskan bisnis berkelanjutan, sejalan dengan prinsip good corporate governance.
Pembelian saham GoTo dinilai “sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perseroan," ucap Koesoemohadiani.
Informasi kepemilikan saham 1%-5% sebelumnya juga telah GoTo sampaikan kepada otoritas bursa namun hal ini bersifat privat atau disampaikan secara terbatas kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
(mef/wep)





























