“Kalau ditanya apakah sudah perform untuk jalan atau tidak, pada skala yang besar sudah jalan. Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian MBG dapur-dapur MBG sudah pakai,” ujar dia.
Uji Coba
Dia juga mengungkapkan Kementerian ESDM sedang melakukan uji coba pengembangan CNG di tabung 3 Kg, uji coba tersebut diklaim bakal memakan waktu sekitar 2—3 bulan.
Bahlil menyatakan uji coba tersebut diperlukan sebab tekanan CNG terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan LPG. Dia mencatat tekanan CNG dalam tabung bisa mencapai 200 hingga 250 bar.
“Nah ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi. Insyaallah 2—3 bulan ini kita akan dapat hasilnya, kemudian kalau itu sudah dinyatakan firm, kita akan melakukan konversi,” kata Bahlil.
Dia mengatakan saat ini sejumlah industri seperti perhotelan, restoran, hingga dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah menggunakan CNG sebagai sumber energi untuk memasak.
Akan tetapi, industri tersebut menggunakan CNG berukuran 20 kilogram dan beberapa diantaranya menggunakan ukuran 10 kilogram.
“Nah, untuk yang 3 kilo memang tabungnya masih dilakukan uji coba karena tekanannya kan besar sekali, dia sekitar 200 sampai 250 bar,” ujar Bahlil.
Praktisi senior industri minyak dan gas (migas) Hadi Ismoyo memproyeksikan harga CNG bisa lebih murah dibandingkan dengan LPG untuk kebutuhan sehari-hari.
Sebagai gambaran, kata Hadi, harga LPG ukuran 12 kilogram saat ini dipatok Rp260.000 per tabung. Sementara itu, CNG tabung setara 12 kg saat ini masih pada rentang harga sekitar Rp190.000 per tabung.
Dengan kata lain, konsumen bisa melakukan penghematan sekitar 27% ketika menggunakan CNG alih-alih LPG.
"Saya punya simulasi yang ukuran setara LPG 12 kilogram. Saat ini harga sudah posisi 1 tabung Rp260.000, sedangkan CNG tube setara 12 kilogram masih disekitar Rp190.000. Saving [penghematan] sekitar 27%," ujar Hadi saat dihubungi, Senin (4/5/2026).
Menyitir situs resmi PT Pertamina (Persero), harga LPG nonsubsidi dengan merek Bright Gas ukuran 12 kg dipatok Rp228.000/tabung di DKI Jakarta.
Secara keseluruhan, harga rata-rata Bright Gas 12 kg adalah Rp208.000—Rp285.000 di seluruh provinsi Indonesia sejak 18 April 2026.
Dalam situs resminya, PT Citigas Energi Indonesia — perusahaan yang bergerak di bidang distribusi CNG di Indonesia — juga membuat simulasi perbandingan harga CNG dan LPG. Dalam hal ini, harga CNG bisa lebih murah dibandingkan dengan LPG.
Mereka menggunakan asumsi nilai kalor CNG adalah Rp9.500 kcal/Sm3 dan nilai kalor LPG adalah Rp10.500 kcal/kg.
Dengan asumsi jumlah pemakaian LPG per bulan adalah 5.000 kg dan harganya Rp13.000/kg, maka biaya yang dibutuhkan untuk penggunaannya adalah Rp65 juta.
Sementara itu, dengan asumsi jumlah pemakaian CNG per bulan adalah 5,526 Sm3 dengan harga Rp10.500/Sm3, maka biaya yang dibutuhkan untuk penggunaannya adalah Rp58,02 juta.
Dengan simulasi ini, maka biaya penggunaan CNG lebih hemat 10,73% dibandingkan dengan LPG.
Tak hanya itu, Hadi mengatakan harga CNG per satuan volume juga lebih rendah dibandingkan dengan LPG.
Sebagai gambaran, LPG per satuan volume harganya sekitar US$22 per million british thermal units (MMBtu). Sementara itu, harga gas alam dengan tabung CNG kecil pengganti LPG tiga kilogram diproyeksikan sekitar US$15/MMBtu.
"Saving [penghematan] sekitar 30% bahkan jika gas langsung mendapat alokasi dari lapangan minyak dan gas, maka penghematan bisa dobel [dua kali lipat]," ujarnya.
-- Dengan asistensi Dovana Hasiana
(azr/wdh)



























