“Kami tetap disiplin dalam menilai peluang berdasarkan kesesuaian strategis, fundamental, profil risk-return, dan penciptaan nilai jangka panjang, sesuai dengan tahapan investasi yang telah kami tetapkan,” tambah Tim Danantara.
Jika ditelaah, terdapat anggota Danantara yang memiliki saham di perusahaan aplikator ojol adalah perusahaan telekomunikasi BUMN, PT Telkom Indonesia (TLKM) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Telkomsel tercatat memiliki saham GOTO dengan persentase kepemilikan sekitar 2% dari total saham beredar. Investasi senilai US$450 juta atau sekitar Rp6,4 triliun (kurs saat itu US$1 = Rp14.370) ini dilakukan sebelum GOTO IPO, melalui dua tahap pendanaan pada akhir 2020 dan awal 2021.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah memiliki saham dalam bisnis transportasi digital. Akan tetapi, dia tidak memerinci aplikator ojek online (ojol) yang dimaksud.
Hal itu disampaikan Dasco saat pimpinan DPR menerima audiensi peserta unjuk rasa Hari Buruh di Kompleks Parlemen, Jumat (1/5/2026).
“Karena pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator, itu mengambil bagian saham, gitu,” kata Dasco dalam rapat.
(red)




























