"Karena kalau kami lakukan tangkap tangan maka kemudian kami juga segera melakukan penggeledahan, kemudian melakukan pemeriksaan kepada para pihak, termasuk saksi-saksi, termasuk para pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka sehingga berkas penyidikannya juga bisa lebih cepat dilengkapi."
Sebelumya, Ketua KPK Setyo Budiyanto membenarkan proses penyelidikan proyek Whoosh berokus pada pengadaan lahan di sejumlah ruas dan stasiun. Salah satunya, kata dia, pengadaan lahan Stasiun Halim milik TNI Angkatan Udara.
KPK mendeteksi, para pelaku diduga menjual tanah TNI AU kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Hal ini seolah pemerintah membeli tanah yang sebenarnya sudah menjadi miliknya sendiri.
Beberapa pengadaan lahan bermasalah lainnya diduga terjadi pada Stasiun Tegalluar dan Stasiun Padalarang. Korupsi juga terjadi karena para terduga pelaku melakukan penggelembungan harga lahan.
(dov/frg)






























