Logo Bloomberg Technoz

"Bahkan jika konflik mereda dalam waktu dekat, kami memperkirakan dampak susulannya akan tetap terasa untuk beberapa waktu," ujar Darrell Cronk dari Wells Fargo Investment Institute. "Dampak pada harga energi, aktivitas industri, dan premi risiko geopolitik tidak akan hilang dengan cepat."

Ratusan kapal terlihat berkumpul di dekat Dubai pada hari Selasa, menjauh dari Selat Hormuz yang masih kosong akibat upaya Iran memperluas area kendalinya. Meski demikian, AS mengeklaim telah membuka jalur di selat tersebut, dan laporan CBS menyebutkan dua kapal perusak Amerika telah memasuki Teluk Persia.

Militer AS berhasil menahan serangan Iran saat mengawal dua kapal melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, Uni Emirat Arab menyalahkan serangan drone Iran atas kebakaran di pelabuhan Fujairah dan mengeluarkan beberapa peringatan rudal untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata antara Washington dan Teheran berlaku.

Gelombang serangan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana membantu kapal-kapal melintasi jalur strategis tersebut, dengan Teheran memperingatkan akan menyerang pasukan AS jika mendekati Hormuz. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran akan “dihancurkan sepenuhnya” jika menargetkan kapal Amerika di kawasan itu.

Sementara itu, dolar Australia memangkas kerugian awal setelah Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) menaikkan suku bunga sesuai perkiraan sebagian besar ekonom.

Di tempat lain, harga emas naik tipis ke sekitar US$4.550 per ons seiring munculnya aksi beli saat harga turun, setelah ketegangan di Timur Tengah sebelumnya menekan harga hingga 2% pada Senin.

Kontrak berjangka obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 2/32, memangkas penurunan pada Senin. Tidak ada perdagangan tunai obligasi pemerintah AS selama sesi Asia karena libur di Jepang.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di seluruh tenor pada sesi AS, mendorong yield 30 tahun ke level 5%, tertinggi sejak Juli. Pelaku pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve perlu mengubah arah kebijakan dan menaikkan suku bunga guna meredam inflasi akibat lonjakan harga minyak.

“Pasar Asia kemungkinan bergerak dengan kecenderungan hati-hati,” ujar Ritesh Ganeriwal, kepala investasi di Syfe Pte, Singapura. “Ini belum sepenuhnya menjadi pergerakan risk-off, tetapi lebih merupakan guncangan geopolitik yang dapat terlihat di beberapa sektor di Asia—terutama sektor yang sensitif terhadap energi dan nilai tukar,” katanya.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,1% pada pukul 14.06 waktu Tokyo
  • Nikkei 225 futures (OSE) naik 0,3%
  • S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%
  • Hang Seng Hong Kong turun 1,4%
  • Euro Stoxx 50 futures turun 0,2%

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif stabil
  • Euro turun 0,1% ke US$1,1679
  • Yen Jepang relatif stabil di 157,29 per dolar
  • Yuan offshore relatif stabil di 6,8339 per dolar

Kripto

  • Bitcoin naik 1,1% ke US$80.842,29
  • Ether naik 1,2% ke US$2.378,66

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun relatif stabil di 4,98%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,9% ke US$104,43 per barel
  • Emas spot naik 0,3% ke US$4.537,23 per ons

Berita ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages