Bursa Saham Terkoreksi, Dolar Menguat Usai AS-Iran Baku Tembak
News
05 May 2026 12:28

Anand Krishnamoorthy - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham mulai menjauh dari rekor tertingginya, sementara dolar AS terus menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat aksi saling tembak. Eskalasi ketegangan di Timur Tengah ini memicu kekhawatiran baru terkait inflasi global.
Indeks Asia Pasifik MSCI turun 0,4% dari rekor penutupan tertingginya pada hari Senin (4/5), menyusul spekulasi bahwa perang dengan Iran akan meluas. Perdagangan di Asia terpantau sepi karena bursa Jepang, China, dan Korea Selatan tutup untuk libur nasional. Sebelumnya, Wall Street juga terkoreksi tipis setelah lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat membawa Brent melampaui US$115 per barel.
Sentimen pasar sedikit membaik setelah harga minyak melandai di sesi Asia. Brent turun 1,4% ke level di bawah US$113 per barel, memangkas sebagian lonjakan 5,8% yang terjadi pada Senin. Hal ini membantu kontrak berjangka indeks saham AS naik 0,2%, meski bursa Eropa diprediksi akan dibuka melemah. Dolar AS, yang menjadi aset safe haven utama selama konflik ini, menguat terhadap seluruh mata uang negara G-10.
Ketegangan baru di Timur Tengah berpotensi memicu volatilitas baru ke pasar setelah reli aset berisiko selama sebulan terakhir. Sebelumnya, saham global sempat menghapus kerugian akibat perang dan mencapai rekor tertinggi berkat laporan laba perusahaan teknologi berkapitaslisasi besar yang kuat. Investor kini tetap fokus pada Selat Hormuz, jalur air kunci yang telah diblokade selama berbulan-bulan, yang memicu kenaikan harga energi dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi.




























