IHSG menjadi yang teratas di Asia. Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEI (Filipina), dan TW Weighted Index (Taiwan), menguat masing–masing 0,82%, 0,24%, dan 0,23%.
Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), SENSEX (India), dan KLCI (Malaysia), malah melemah 1,16%, 0,44%, 0,31%, 0,25%, dan 0,14%.
Cerahnya IHSG tersulut pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 lebih tinggi dibanding konsensus hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% yoy.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat mencapai Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar lapangan usaha tumbuh positif. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
(fad)





























