Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Inflasi

Dari kawasan, efek perang telah sampai pada kenaikan harga di sektor riil. Inflasi Filipina melonjak 7,2%, Vietnam 5,46%, sementara Indonesia memang masih melandai di 2,4%, lebih rendah dari estimasi ekonom di 2,7%. 

Dari Filipina, lonjakan harga minyak memperlemah mata uang peso dan mendorong naiknya biaya impor, termasuk bahan bakar dan makanan. 

Meski begitu, pelaku pasar masih berhati-hati lantaran inflasi Indonesia yang rendah merupakan buah dari tertahannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta harga Pertamax.

"Bila harga Pertamax dinaikkan, maka inflasi April akan mencapai 2,7-2,8%," kata Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist, dan Nanda Puput Rahmawati Research Analyst Mega Capital Sekuritas, dalam laporannya.

Tamara Mas Henderson, Ekonom Bloomberg Economics, inflasi Indonesia pada April yang cenderung landai diproyeksikan tidak akan bertahan lama. Melandainya inflasi April karena efek basis yang bersifat sementara, dan kini telah berakhir. 

"Ke depan, harga minyak mentah yang bertahan di atas US$100 per barel akan memberikan tekanan kenaikan yang signifikan terhadap harga konsumen," kata Tamara dalam catatannya. 

Ia memperkirakan inflasi akan berbalik arah menembus batas atas kisaran target bank sentral mulai Mei, dan terus meningkat setelahnya. 

Meski begitu, para ekonom menilai Bank Indonesia masih akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, dan belum terlihat merencanakan pengetatan karena pertumbuhan ekonomi masih lemah. 

Hari ini, pemerintah akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih berada di atas 5%. 

Menurut hasil survei Bloomberg terhadap 32 ekonom/analis. Sedikit melambat ketimbang kuartal sebelumnya dengan capaian 5,39% yoy, yang merupakan rekor tertinggi sejak kuartal III-2022.

(dsp/aji)

No more pages