Sementara itu, harga minyak goreng kemasan bermerek 1 terpantau naik tipis 1,26% atau Rp300 menjadi Rp24.050 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek 2 pun mengalami kenaikan 3,5% atau Rp800 menjadi Rp23.650 per kg. Namun harga minyak goreng curah justru turun sampai 4,15% atau Rp850 menjadi Rp19.650 per kilogram.
Tak hanya beras dan minyak goreng yang mengalami kenaikan, harga rata-rata gula pasir di pasar tradisional ikut naik. Gula pasir lokal tercatat melonjak 4,16% atau Rp800 menjadi Rp20.050 per kg dan gula pasir kualitas premium harganya meroket hingga 17,28% atau Rp3.500 menjadi Rp23.750 per kilogram.
Harga telur ayam ras segar terpantau melonjak sampai 7,1% atau Rp2.250 menjadi Rp33.950 per kg. Daging ayam ras segar pun naik 3,88% atau Rp1.500 menjadi Rp40.200 per kilogram.
Masih menurut data PIHPS Nasional, harga rerata daging sapi tercatat mengalami kenaikan di pasar tradisional. Daging sapi kualitas 1 naik 2,03% atau Rp3.000 menjadi Rp150.850 per kg dan daging sapi kualitas 2 terpantau mengalami kenaikan harga 3,61% atau Rp5.050 menjadi Rp145.000 per kilogram.
Di samping itu, harga cabai merah besar melonjak tajam 10,08% atau Rp5.000 menjadi Rp54.600 per kg. Cabai merah keriting pun terpantau meroket sampai 13,17% atau Rp6.150 menjadi Rp52.850 per kilogram. Akan tetapi, harga cabai rawit hijau pun terjun bebas hingga 27,52% menjadi Rp35.300 per kg dan cabai rawit merah turun tipis 0,89% atau Rp550 menjadi Rp61.050 per kilogram.
Lalu, bawang merah ukuran sedang tercatat meroket hingga 14,57% atau Rp6.700 menjadi Rp52.700 per kg. Serta, harga bawang putih ukuran sedang pun melonjak sampai 8,5% atau Rp3.350 menjadi Rp42.750 per kilogram.
(ain)
































