Logo Bloomberg Technoz

Apabila dilihat dari sektornya, kontribusi penurunan terbesar pada sektor non-migas adalah pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencatatkan penurunan sebesar 44,14% secara YoY dengan andil penurunan terhadap ekspor non-migas sebesar 1,09%.

“Penurunan secara tahunan ini utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor pada beberapa komoditas pertanian, kehutanan dan perikanan yaitu pada komoditas kopi, buah-buahan tahunan, tanaman obat, aromatik dan juga rempah-rempah, sarang burung serta juga cengkeh,” tambah Ateng.

Sedangkan ekspor sektor pertambangan dan lainnya serta sektor industri pengolahan mengalami penurunan masing-masing menurun sebesar 2,15% dan juga 1,26%.

Ekspor Kuartal I-2026 Masih Naik

Meski demikian, ekspor Januari hingga Maret 2026 masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,34% dengan total ekspor mencapai US$66,85 miliar.

Dari nilai tersebut, ekspor migas tercatat sebesar US$3,25 miliar atau turun sebesar 10,58%. Sedangkan nilai ekspor non-migas tercatat naik sebesar 0,98% dengan nilai sebesar US$ 63,60 miliar.

“Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang periode Januari sampai dengan Maret tahun 2026 dengan andil terhadap kenaikannya 3,15%,” kata Ateng.

Sementara, ekspor sektor industri pengolahan yang mencatatkan kenaikan cukup besar terutama nikel, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, minyak lapa sawit, kimia dasar organik lainnya serta juga semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.

(ell)

No more pages