Ketujuh, ditempati oleh Algeria dengan porsi impor minyak mentah sebesar 3,2% dari keseluruhan impor pada periode tersebut. Selanjutnya, Uni Emirat Arab (UEA) sebesar 3,06% dari total impor yang dilakukan Indonesia.
Kesembilan, Pantai Gading dengan besaran impor sebesar 2,81% dari total impor minyak mentah yang didatangkan Indonesia pada periode tersebut.
Kesepuluh, Guinea Khatulistiwa sebesar 2,02% dari total impor minyak mentah periode 1 Januari hingga 1 April 2026.
Terakhir, Brunei Darussalam tercatat menjadi negara kesebelas sumber impor minyak mentah Indonesia dengan porsi 0,96%.
Adapun, berdasarkan data terakhir yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor minyak mentah pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,9 juta ton atau setara dengan kurang lebih 3,43 juta kiloliter (kl).
Berdasarkan negaranya, terdapat 10 negara yang memasok minyak mentah ke Indonesia sebelum perang antara AS-Israel dengan Iran terjadi—di mana jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz masih dibuka.
Nigeria tercatat menjadi negara yang paling besar memasok minyak mentah ke Indonesia pada awal tahun ini, hingga Februari 2026 Indonesia mengimpor sekitar 767.905 ton minyak mentah dari Nigeria atau setara 894.609 kl.
Kedua, Indonesia mengimpor minyak mentah sebesar 689.504 ton atau setara 807.772 kl dari Angola.
Ketiga ditempati oleh Arab Saudi. Indonesia telah mengimpor sekitar 514.422 ton minyak mentah hingga Februari 2026 dari negara itu, atau setara 599.301 kl.
Keempat, Brasil. Impor minyak mentah dari negara itu hingga Februari 2026 tercatat sebesar 272.782 ton atau sekitar 317.791 kl.
Kelima, Gabon. Indonesia telah mengimpor 219.090 ton minyak mentah atau setara 254.075 kl dari Gabon hingga Februari 2026.
Keenam, Algeria. Impor minyak mentah dari Algeria hingga Februari 2026 tercatat sebesar 132.700 ton atau setara 154.595 kl.
Ketujuh, Uni Emirat Arab (UEA). Impor minyak mentah yang tercatat dari negara tersebut pada awal tahun ini mencapai 126.671 ton atau setara 147.592 kl.
Kedelapan, Guinea Khatulistiwa. Ternyata Indonesia turut mengimpor minyak mentah dari negara Afrika Tengah tersebut, hingga Februari 2026 tercatat sebesar 90.988 ton atau sekitar 106.001 kl.
Kesembilan, Malaysia. Pada Januari hingga Februari 2026 Indonesia mengimpor sekitar 84.028 ton minyak mentah dari malaysia, atau setara sekitar 97.891 kl.
Kesepuluh, Brunei Darussalam. Impor minyak mentah dari negara tersebut ada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 43.461 ton atau setara 50.631 kl.
Sekadar informasi, Menteri ESDM mengklaim Indonesia sudah mulai mendatangkan minyak mentah dari AS, sementara bahan bakar minyak (BBM) hingga kini belum diimpor dari AS.
Akan tetapi, dia tak mengungkapkan volume minyak mentah yang telah diimpor dari Negeri Paman Sam tersebut.
“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Sebagaimana diketahui, Indonesia dan AS sudah menandatangani poin-poin kesepakatan perjanjian tarif resiprokal, salah satu poinnya memuat kepastian pembelian komoditas energi dari AS senilai total US$15 miliar atau setara Rp253,4 triliun (kurs Rp16.894).
Dalam dokumen yang dirilis Gedung Putih, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian LPG senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.
Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor minyak mentah atau crude oil dari Negeri Paman Sam dengan nilai US$4,5 miliar atau setara Rp76,02 triliun.
Terakhir, Indonesia juga harus mengimpor BBM atau bensin olahan senilai US$7 miliar atau setara Rp118,26 triliun.
(azr/wdh)






























