Awalnya, Irene tidak langsung terjun ke dunia usaha. Ia bekerja di bidang event organizer sebelum akhirnya tertarik mencoba membuat minuman cokelat yang kemudian mendapat respons positif dari rekan kerja.
Keberhasilan awal tersebut mendorong Irene untuk serius mengembangkan usahanya. Ia mulai meracik produk cokelat dengan kualitas premium menggunakan bahan baku terbaik.
Untuk menjaga kualitas, Irene memilih biji kakao Premium Grade 1 yang difermentasi secara ketat. Selain itu, ia juga menggunakan varietas kakao langka asal Jawa Timur.
"Itu adalah salah satu varietas kakao langka yang jumlahnya cuma ada 5% di dunia," jelas Irene dengan bangga. Kualitas ini menjadi keunggulan utama produk Cokelatin.
Peran BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Dalam perjalanannya, Irene menghadapi tantangan besar, terutama dalam edukasi pasar. Banyak konsumen yang masih memiliki persepsi keliru terkait konsumsi cokelat.
Selain itu, keterbatasan pemanfaatan teknologi juga menjadi hambatan bagi perkembangan usaha. Hal ini terasa saat pandemi COVID-19 melanda pada 2020.
"Dulu dari awal berdiri saya tuh termasuk UMKM yang kurang melek teknologi. Kita tidak go online pada saat itu, makanya kita kehajar di COVID 2020," aku Irene jujur.
Situasi tersebut menjadi titik balik bagi Irene untuk bertransformasi. Ia mulai memanfaatkan teknologi digital dengan dukungan dari Rumah BUMN BRI.
Melalui program pendampingan, Irene belajar membangun website, mengoptimalkan media sosial, serta memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar.
"Dukungannya nyata, kami tidak hanya diajarkan upgrade ilmu, tapi juga benar-benar dibimbing dan didengarkan apa yang kami butuhkan," tambahnya.
BRI tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses promosi dan pameran bagi pelaku UMKM. Cokelatin pun aktif mengikuti berbagai program yang diselenggarakan.
Salah satu momentum penting terjadi saat Cokelatin mengikuti pameran internasional di Boston pada 2022. Kegiatan ini membuka peluang ekspor bagi produk tersebut.
"Momen itu jadi batu loncatan luar biasa. Di sana kami berhasil mendapatkan pembeli dan mulai mengirim barang ekspor," jelas Irene bangga
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global. Selain meningkatkan omzet, pencapaian ini juga memperkuat kepercayaan konsumen.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan pentingnya peran Rumah BUMN dalam mendukung UMKM. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
“Banyak pelaku usaha yang semula hanya menjual produk di pasar lokal, kini telah memasarkan produknya secara daring bahkan menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan bahwa pendampingan yang berkelanjutan dan akses ekosistem digital mampu meningkatkan kapasitas pelaku usaha” ujarnya.
Hingga saat ini, BRI telah membina puluhan Rumah BUMN di berbagai daerah. Ribuan pelaku UMKM telah mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan usaha mereka.
Melalui inisiatif ini, BRI terus mendorong UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan. Dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis.
Bazaar Srikandi Pertiwi menjadi simbol nyata bahwa perempuan Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia usaha. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu menciptakan produk berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM perempuan yang mampu menembus pasar global. Semangat Kartini pun terus hidup melalui karya dan inovasi yang dihasilkan.
(tim)



























