Kenaikan ini datang setelah harga emas turun tiga hari beruntun. Selama tiga hari tersebut, harga terpotong 3,5%.
Data World Gold Council (WGC) menyebut, bank sentral di berbagai negara menambah kepemilikan emas mereka pada kuartal I-2026. Bahkan pertumbuhannya menjadi yang tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir.
Dalam tiga bulan pertama 2026, aksi beli bersih oleh sektor publik tercatat 244 ton. Naik dari kuartal sebelumnya yaitu 208 ton. Polandia, Uzbekistan, dan China dilaporkan menjadi pemborong terbanyak.
Koreksi harga emas akibat perang di Timur Tengah sepertinya menjadi ruang bagi bank sentral di berbagai negara untuk ‘menyerok’ emas. Sejak perang meletus pada akhir Februari lalu, harga emas sudah jatuh hampir 13%.
“Sudah cukup lama harga emas tidak mengalami koreksi sedalam ini. Dinamika yang kemudian membuat berbagai bank sentral melihat ini sebagai sebuah kesempatan untuk masuk dan melakukan aksi borong,” kata John Reade, Chief Strategist WGC, seperti dikutip dari Bloomberg News.
(aji)




























