Logo Bloomberg Technoz

Harga emas pun resmi turun tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga terpangkas 3,38%.

Perkembangan di Timur Tengah masih menjadi beban bagi harga emas. Mengutip Bloomberg News, Amerika Serikat (AS) dikabarkan masih berkeras melakukan blokade di perairan Iran. Sementara Iran masih menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Bank Sentral AS Federal Reserve menyebut bahwa dinamika di Timur Tengah menyebabkan ketidakpastian yang tinggi terhadap prospek ekonomi. Aura yang lebih kuat dari pernyataan sebelumnya yang menyebut dampak dari konflik tersebut belum pasti.

Dini hari tadi waktu Indonesia, Gubernur Jerome “Jay” Powell dan kolega sepakat untuk pertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%. Namun keputusan itu tidak bulat karena empat Anggota Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) memberikan pandangan berbeda atau dissenting opinion.

“Isu stagflasi dan kenaikan suku bunga kembali jadi perhatian, yang tercermin dari nada hawkish The Fed. Pikiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan menekan harga emas,” kata Nicky Shiels, Head of Research and Metals Strategy di MKS PAMP SA, dalam catatannya.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan terasa kurang menguntungkan saat suku bunga betul-betul naik.

(aji)

No more pages