Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, IPOT juga menyoroti perbaikan kualitas laba, di mana laba inti tercatat lebih tinggi dibandingkan angka headline setelah menyesuaikan faktor non-berulang. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan kinerja bukan sekadar faktor satu kali, melainkan mulai terbentuk secara struktural.

Ke depan, prospek GOTO juga ditopang oleh strategi efisiensi berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan konversi pengguna. Di saat yang sama, manajemen tetap menjaga disiplin dengan fokus pada pertumbuhan yang menguntungkan, alih-alih ekspansi agresif yang membakar kas.

Meski demikian, analis tetap mencermati sejumlah risiko, terutama ketatnya persaingan di segmen on-demand services serta potensi tekanan dari kondisi makroekonomi global.

Secara keseluruhan, kombinasi antara pencapaian laba perdana, perbaikan margin, dan strategi efisiensi dinilai menjadi katalis utama yang mendorong kenaikan target harga saham GOTO oleh sejumlah analis.

Kinerja Keuangan GOTO

GOTO mengumumkan kinerja keuangan periode kuartal I-2026. Selama periode ini, perusahaan mencetak laba bersih Rp171 miliar.

Perolehan laba tersebut menjadi yang pertama kalinya bagi GOTO, setelah sebelumnya masih mencatat kerugian, termasuk pada periode kuartal I-2026 yang sebesar Rp367 miliar.

Direktur Utama Grup GoTo Hans Patuwo menjelaskan, pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GOTO mencerminkan upaya perusahaan untuk memberikan nilai lebih bagi ekosistem perusahaan.

"Perjalanan kami berlanjut seiring dengan upaya kami dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia.”

Hans menambahkan, GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver.

Selain perolehan laba, GOTO juga mencatat EBITDA yang disesuaikan naik 131% secara tahunan menjadi Rp907 miliar, yang mencerminkan langkah signifikan menuju pedoman EBITDA yang disesuaikan Rp3,2-3,4 triliun.

Pencapaian itu tak lepas dari Pengguna bertransaksi tahunan (ATU) grup yang tumbuh 22% secara tahunan menjadi 69 juta, setara dengan sepertiga populasi dewasa Indonesia.

GTV inti tercatat sebesar Rp138 triliun, naik 65% YoY. Sehingga, pendapatan bersih 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun.

(dhf)

No more pages