Logo Bloomberg Technoz

Elon Musk juga meminta pengadilan untuk memberhentikan Sam Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman dari posisi kepemimpinan mereka.

Namun, ancaman terbesar bagi OpenAI adalah upaya Elon Musk untuk mengembalikan status startup tersebut sebagai lembaga riset nirlaba seutuhnya dengan membatalkan restrukturisasi dengan tujuan keuntungan yang telah diselesaikan pada bulan Oktober. 

Sam Altman menggambarkan konversi tersebut sebagai hal yang krusial untuk mengamankan dana besar yang dibutuhkan OpenAI guna mewujudkan misinya dalam menciptakan artificial general intelligence (AGI) yang akan bermanfaat bagi umat manusia. 

Momen kritis

Perubahan besar-besaran pada jajaran eksekutif OpenAI dapat mengganggu stabilitas perusahaan pada momen kritis ini, karena mereka sedang menargetkan penawaran umum perdana (IPO) yang sangat dinantikan, dan bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah; startup ini terakhir kali memiliki valuasi sebesar US$852 miliar pada bulan Maret. 

Pemecatan singkat namun gagal terhadap Sam Altman pada 2023 nyaris menghancurkan perusahaan di balik ChatGPT ini, dengan para investor mendesak dewan direksi untuk memanggil kembali Sam Altman dan karyawan berjanji akan mengundurkan diri secara massal jika CEO tersebut tidak dipulihkan. 

Gangguan sebesar itu lagi dapat menghambat perusahaan, membuka peluang bagi pesaing untuk menguasai pasar, termasuk xAI, startup di balik chatbot Grok yang baru-baru ini diakuisisi oleh SpaceX saat perusahaan roket milik Elon Musk itu merencanakan IPO. 

Microsoft juga memiliki banyak hal yang dipertaruhkan, karena restrukturisasi OpenAI memberikan raksasa perangkat lunak tersebut 27% saham di startup tersebut.

Persaingan kembali panas

Terlepas dari hasilnya, perselisihan hukum yang telah berlangsung selama dua tahun dan persidangan selama tiga minggu ini menjadi rintangan berkepanjangan bagi OpenAI dan para staf pada saat mereka menghadapi persaingan yang kembali memanas. 

Sidang ini akan mengungkit kembali drama bertahun-tahun yang lalu mengenai tindakan para pemimpin OpenAI dan apakah mereka telah mematuhi misi mereka untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dalam ekspansi pesat perusahaan rintisan ini untuk menjadi salah satu perusahaan paling berharga dan kuat di dunia yang memimpin booming AI global.

“Taruhannya sangat besar bagi OpenAI, hampir bersifat eksistensial. Musk meminta hal-hal tertentu, dan salah satu dari hal yang dia minta bisa menjadi akhir bagi OpenAI,” kata Dorothy Lund, profesor hukum di Universitas Columbia dan co-host podcast Beyond Unprecedented. 

Pemilihan juri dijadwalkan pada hari Senin, dan pembukaan sidang serta kesaksian diperkirakan akan dimulai pada hari Selasa. Kasus ini telah dibagi menjadi dua tahap: Pertama akan berfokus pada kebenaran tuduhan Musk terhadap para tergugat — OpenAI, Altman, Brockman, dan Microsoft. Tahap kedua akan menentukan ganti rugi yang sesuai jika juri dan hakim memutuskan mendukung Musk.

Sidang ini akan mengupas kembali tahun-tahun awal berdirinya OpenAI dan kepergian Elon Musk pada 2018, yang menurutnya disebabkan oleh perbedaan pendapat mengenai arah pengembangan perusahaan. Microsoft akan membela diri terhadap tuduhan Musk bahwa mereka turut andil dalam mengabaikan misi OpenAI saat berinvestasi US$13 miliar pada startup tersebut mulai tahun 2019. 

Jawaban OpenAI

OpenAI berargumen bahwa klaim Elon Musk tidak adil karena ia awalnya setuju dengan peralihan ke model bisnis ke arah profit dan pada suatu saat mengusulkan agar Tesla menelan startup tersebut sebagai bagian dari konversi.

OpenAI mengajukan gugatan balik terhadap Elon Musk setahun lalu, menuduhnya memanfaatkan gugatan hukum, posting media sosial, dan berita untuk mencoba menggagalkan kesuksesan startup tersebut. Gugatan tersebut masih dalam proses tetapi tidak akan menjadi bagian dari persidangan.

Pada bagian terpisah, Microsoft berargumen bahwa investasinya di OpenAI sangat penting untuk mendanai pengembangan teknologi mutakhir dan telah menolak tuduhan Musk bahwa Microsoft “membantu dan mendukung” pengkhianatan terhadap misi pendirian startup tersebut.

Upaya gugatan Elon Musk pada November 2024 mencantumkan 26 tuntutan, namun beberapa di antaranya ditolak, yang lain ditarik, dan sebagian ditunda hingga setelah persidangan. Dengan Elon Musk yang menarik dua tuduhan penipuan pekan lalu, tuntutan yang akan dipertimbangkan juri adalah pelanggaran kepercayaan amal dan pengayaan tanpa dasar.

Baik Elon Musk maupun Sam Altman diperkirakan akan bersaksi selama tahap pertama persidangan. 

Elon Musk. (Diolah)

Elon Musk relatif sudah berpengalaman dalam perselisihan di ruang sidang, sehingga mendapat julukan “Teflon Elon” karena ia biasanya menang dalam persidangan. Ini akan menjadi persidangan pertama bagi Sam Altman, meskipun ia pernah bersaksi di depan publik di Kongres.

Saksi tambahan

Saksi potensial lainnya meliputi: Brockman, CEO Microsoft Satya Nadella, manajer bisnis lama Musk Jared Birchall, mantan ilmuwan utama OpenAI Ilya Sutskever, serta beberapa karyawan dan anggota dewan direksi OpenAI saat ini, hingga mantan direktur. Termasuk di antaranya Shivon Zilis, yang memiliki empat anak dengan Musk.

Para saksi mungkin saja akan ditanyai secara mendalam mengenai komunikasi pribadi mereka tentang OpenAI, Musk, dan masa depan perusahaan. 

Ratusan halaman bukti telah dipublikasikan, termasuk pesan teks antara Musk dan Zilis mengenai pandangannya terhadap hubungannya dengan OpenAI, serta email antara Musk, Altman, Brockman, dan Sutskever pada masa-masa awal startup tersebut.

Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers menyatakan bahwa beberapa bukti terkait karakter tidak akan diperbolehkan selama persidangan. OpenAI sebelumnya berupaya untuk menginterogasi Musk mengenai dugaan penggunaannya terhadap ketamin, obat anestesi yang dapat memiliki efek halusinogenik. 

Namun, Gonzalez Rogers mengatakan bahwa tidak ada cukup bukti mengenai efek ketamin yang mengubah kesadaran untuk menyimpulkan bahwa hal itu mungkin telah memengaruhi negosiasi Musk dengan OpenAI.

Burning Man

Pengacara OpenAI akan diizinkan untuk bertanya kepada Elon Musk soal kadatagannya di Burning Man, festival tahunan di gurun Nevada di mana penggunaan narkoba umum terjadi. Pengacara OpenAI mengatakan “banyak komunikasi penting” antara Musk dan OpenAI terjadi saat ia berada di festival tersebut.

Gonzalez Rogers juga membatasi apa yang dapat disampaikan Elon Musk untuk menjelaskan motifnya menggugat — termasuk bahwa ia tidak akan menerima ganti rugi apa pun yang mungkin diputuskan pada akhir persidangan.

Juri akan mengeluarkan “advisory verdict” pada akhir persidangan. Putusan akhir mengenai tuntutan Elon Musk — dan segala bentuk ganti rugi — akan dikeluarkan oleh Gonzalez Rogers, dengan menggunakan temuan juri sebagai pedoman. 

Matthew Schettenhelm dan Tamlin Bason, analis Bloomberg Intelligence menyebut bahwa setidaknya Musk punya peluang 60% menang dalam gugatan di pengadilan tersebut. “Meski begitu, kasus Musk rentan terhadap banding di kemudian hari.” Bahkan jika Musk kalah, persidangan ini tetap bisa menguntungkannya karena akan mengungkap berbagai informasi rahasia terkait cara kerja OpenAI ke ranah publik dan “sebagian dari informasi itu bisa berguna untuk usahanya sendiri dalam perlombaan AI ini,” menurut Lund.

“Dalam artian tertentu, fakta bahwa kasus ini akan dibawa ke pengadilan sudah merupakan kemenangan besar bagi Musk dalam aspek pemaksaan informasi ini.”

(bbn)

No more pages