Logo Bloomberg Technoz

Bisnis Xiaomi Melambat, Demam EV Tak Mampu Tahan Kelesuan Ponsel

Redaksi
27 April 2026 16:03

Pengguna mencoba produk smartphone Xiaomi. (Bloomberg)
Pengguna mencoba produk smartphone Xiaomi. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laporan keuangan Xiaomi Corp. para kuartal Desember tahun lalu memang mencatat kenaikan penjualan 7,3% namun secara tren, pertumbuhan menjadi yang paling lambat sejak 2023. Segmen hp ponsel menghadapi tantangan pasokan memori chip, juga lemahnya permintaan. Di sisi lain, pamor kendaraan listrik (EV) Xiaomi naik dan berkontribusi positif pada data penjualan. 

Data penjualaan Xiaomi tercatat 116,9 miliar yuan atau US$17 miliar (setara sekitar Rp292 triliun) pada kuartal Desember, masih melampaui estimasi rerata 116,3 miliar yuan. Xiaomi mengirimkan 145.115 mobil pada periode yang sama, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh model SUV yang diluncurkan musim panas lalu.

Penjualan kuartal keempat, perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut juga terdorong oleh keputusan sebagian konsumen untuk membeli EV sebelum akhir tahun lalu. Ini terjadi menyusul rencana pemerintah China untuk mengurangi subsidi pembelian EV pada 2026. Xiaomi mengirimkan lebih dari 50.000 unit pada Desember, menjadi penjualan bulanan tertinggi sejauh ini.

Boleh dikatakan, EV kini menjadi mesin pertumbuhan yang semakin penting bagi Xiaomi setelah masuk ke pasar otomotif China dua tahun lalu, sebagai upaya diversifikasi di luar smartphone dan perangkat lain.

Divisi tersebut mencatat laba sebesar 1,1 miliar yuan, melanjutkan momentum pasca mencetak laba pertamanya pada kuartal sebelumnya. Xiaomi juga melaporkan laba tahunan untuk pertama kalinya pada 2025.

Namun, bisnis smartphone menghadapi tekanan dari kenaikan harga memori. Firma riset IDC memperkirakan pasar smartphone global akan menyusut 12,9% tahun ini akibat kekurangan memori yang berkelanjutan. Xiaomi tetap menjadi vendor smartphone terbesar ketiga pada kuartal lalu, tetapi data shiptment perusahaan turun 11,5%, sementara pasar secara keseluruhan justru tumbuh lebih dari 2%, menurut IDC.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing mengatakan perusahaan kemungkinan akan menaikkan harga smartphone akibat tekanan pasokan memori tersebut.

Sementara itu, salah satu pendiri miliarder Xiaomi, Lei Jun menargetkan pengiriman 550.000 mobil pada 2026, naik 34% dari penjualan tahun lalu sebesar 410.000 unit. Perusahaan juga berupaya memperluas pasar global dengan menargetkan penjualan mobil di Eropa mulai 2027.

Pasar EV di China tetap kompetitif. Produsen mobil terlibat perang harga tahun lalu efek dari kelebihan pasokan dan perlambatan ekonomi. Saham Xiaomi yang tercatat di Hong Kong telah turun lebih dari 40% dari puncaknya pada 2025.

Tekanan juga meningkat karena biaya chip dan bahan baterai yang naik, sementara pemerintah mulai mengurangi subsidi pembelian. Xiaomi belum lama merulis versi terbaru sedan SU7 dengan harga 2% lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.

Mobil listrik Xiaomi. (Bloomberg)

Selain itu, Xiaomi ikut dalam perlombaan mengembangkan agen AI bergaya OpenClaw, dengan meluncurkan model dan tool untuk bersaing dengan raksasa lokal seperti Alibaba Group Holding Ltd. dan Tencent Holdings Ltd. Perusahaan juga menargetkan kemajuan di bidang robotika tahun ini, termasuk penerapan robot di pabrik, menurut Lu.