Logo Bloomberg Technoz

Xiaomi yang Makin Ambisius Kembangkan Teknologi Mobil EV

Merinda Faradianti
28 April 2026 19:00

Xiaomi Vision Gran Turismo di pameran otomotif bergensi di Beijing,China 2026. Qilai Shen/Bloomberg
Xiaomi Vision Gran Turismo di pameran otomotif bergensi di Beijing,China 2026. Qilai Shen/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Xiaomi Corp. semakin agresif mendorong ekspansi bisnis kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan aktif hadir di berbagai pameran otomotif serta penguatan riset dan pengembangan atau R&D hingga ke Eropa.

Langkah Xiaomi ini bukan sekadar ekspansi produk, melainkan strategi jangka panjang untuk menjadi pemain global di industri otomotif listrik, seperti yang dilaporkan Gizmochina, Selasa (28/4/2026).

Salah satu langkah kunci Xiaomi adalah pada pembukaan pusat penelitian R&D dan desain kendaraan listrik atau EV di Munich, Jerman. Ini menjadi fasilitas pertama di luar China untuk sektor otomotif. 

Pusat ini berfokus pada pengembangan teknologi EV, termasuk sistem mengemudi cerdas, desain kendaraan, hingga integrasi ekosistem pintar.

Munich dipilih karena dikenal sebagai salah satu pusat industri otomotif dunia. Hal ini memungkinkan Xiaomi mengakses talenta bidang teknik dan desain standar global. Pendirian R&D di Munich juga bakal mempercepat inovasi produknya. 

Langkah ekspansi ke Eropa menjadi hal penting bagi rencana Xiaomi untuk memasuki pasar internasional, dengan target awal peluncuran kendaraan listrik di kawasan tersebut sekitar 2027.

Desain EV Xiaomi dkk Mirip Mobil Eropa 

Namun, laporan Bloomberg menyoroti bahwa secara umum masih banyak produsen EV China yang mengadopsi desain dari merk otomotif Barat, terutama Eropa. Hal tersebut terlihat dalam ajang Auto China 2026, di mana sejumlah kendaraan memiliki kemiripan visual dengan model populer dari BMW, Mercedes-Benz, Porsche, hingga Volkswagen.

Salah satu contohnya, SUV Xiaomi yang disebut mengambil inspirasi desain dari Ferrari Purosangue. Fenomena ini dinilai masih mencerminkan bagaimana produsen China, meski telah melampaui Barat dalam teknologi baterai dan drivetrain EV, masih mengandalkan referensi desain global untuk menarik konsumen. “Peniruan adalah bentuk pujian tertinggi, dan itu berlaku di sini,” kata desainer otomotif veteran Frank Stephenson.

Masih dari laporan yang sama, pendekatan tersebut bukan tanpa alasan. Banyak merek EV baru dari China belum memiliki identitas desain yang kuat. Alhasil, mengadopsi gaya premium yang sudah dikenal menjadi cara tercepat membangun daya tarik pasar, terutama bagi konsumen muda yang lebih fokus pada value dibanding loyalitas merek.

Selain itu, strategi ini juga sejalan dengan pergeseran industri menuju segmen kendaraan premium dengan margin lebih tinggi. Produsen China, termasuk Xiaomi, kini mulai mengurangi fokus pada mobil murah dan beralih ke model yang lebih mewah dengan desain, teknologi, dan fitur hiburan yang lebih canggih.