Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan laporan Axios yang mengutip pejabat AS, Iran juga telah memberitahu Pakistan bahwa negosiasi mengenai program nuklir—yang merupakan isu lama—dapat dibahas di tahap selanjutnya.

Hingga kini, AS belum memberikan komentar resmi terkait usulan tersebut. Namun, Donald Trump mengakui adanya rencana baru dari Iran pada Sabtu lalu. Juru bicara Gedung Putih dalam pernyataannya kepada Bloomberg menegaskan, "Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, serta tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir."

Sejumlah analis Timur Tengah menilai kesepakatan sementara merupakan solusi paling masuk akal saat ini. Pembukaan kembali Selat Hormuz dianggap mendesak untuk menurunkan harga bahan bakar dan meredakan tekanan pada ekonomi global, sembari menunda isu nuklir untuk pembicaraan mendatang. Namun, beberapa pemimpin negara Teluk dan Eropa memprediksi negosiasi semacam itu akan memakan waktu setidaknya enam bulan.

Di sisi lain, Trump mengisyaratkan bahwa program nuklir Iran harus diselesaikan sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dan blokade akan tetap berlaku hingga syarat itu terpenuhi. Gedung Putih menilai blokade tersebut efektif menekan Iran dengan cara memutus ekspor minyak mereka.

Harga Minyak

Mandeknya pembicaraan damai dan masih lumpuhnya Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia kembali menanjak. Minyak jenis Brent naik 2,1% ke level US$107,52 per barel pada Senin pagi waktu Dubai.

Analis dari Goldman Sachs Group Inc bahkan menaikkan proyeksi harga Brent untuk kuartal keempat menjadi US$90 per barel dari sebelumnya US$80. Mereka kini memperkirakan normalisasi ekspor minyak dari Teluk Persia baru akan terjadi pada akhir Juni, mundur dari estimasi sebelumnya di pertengahan Mei.

Berikut perkembangan terbaru terkait pembicaraan AS-Iran:

  • “Kita harus memastikan hak-hak rakyat Iran setelah 40 hari perlawanan dan mengamankan kepentingan negara,” ujar Araghchi pada Senin, seperti dikutip kantor berita pemerintah Islamic Republic News Agency (IRNA).
  • Araghchi, yang berada di Pakistan pada akhir pekan, dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Saint Petersburg pada Senin.
  • “Terdapat tingkat keselarasan yang tinggi antara Iran dan Oman” terkait masa depan selat tersebut, kata Araghchi, menurut IRNA.
  • Iran sebelumnya menyatakan ingin mengenakan tarif bagi lalu lintas yang melintasi Selat Hormuz dan berbagi pendapatan dengan Oman, yang berada di seberang selat tersebut.
    Blokade AS di Selat Hormuz. (Sumber: Bloomberg)
  • Upaya untuk melanjutkan kembali pembicaraan damai secara langsung kembali mengalami hambatan pada Jumat, setelah Trump membatalkan kunjungan ke Pakistan oleh dua utusan utamanya, Steve Witkoff dan Jared Kushner. Hal itu terjadi setelah Araghchi memberi sinyal bahwa ia tidak akan bertemu dengan negosiator Amerika selama berada di sana, dan pemerintah Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan menyetujui pembicaraan lebih lanjut selama masih menghadapi ancaman militer dari AS.
  • Serangan Israel di Lebanon selatan pada Minggu menewaskan 14 orang, menurut laporan media pemerintah Lebanon yang mengutip kementerian kesehatan setempat. Korban termasuk dua anak-anak. Trump mengatakan bahwa Lebanon dan Israel—yang terlibat konflik dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran—sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga pekan hingga sekitar pertengahan Mei. Namun, baik Israel maupun Hizbullah terus saling menuduh melakukan serangan yang melanggar ketentuan gencatan senjata tersebut.

(bbn)

No more pages