"Reformasi yang kita jalankan tidak main-main, penerimaan pajak sudah tumbuh 30%, bea cukai direformasi, percepatan ekonomi dipantau oleh pak Airlangga. Tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6% dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector. Itu modal awal," papar Purbaya.
Dalam pidatonya, Purbaya juga sempat berseloroh menyindir otoritas dan para pemangku kebijakan di pasar keuangan. Menurut dia, berbagai pihak mengaku telah berupaya melakukan pendalaman pasar modal, namun sampai saat ini belum juga terwujud. Dia menilai hal itu mungkin saja terjadi akibat strategi yang dijalankan keliru.
"Saya sudah dengar istilah pendalaman pasar modal sejak tahun 2000 sampai sekarang tidak dalam-dalam, mungkin kita pakai cangkul yang salah," tutur dia.
Maka itu, kata dia, demi membantu para pemangku kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal, pemerintah berupaya mengubah struktur perekonomian secara bertahap. Dengan demikian, prospek pasar saham juga akan naik signifikan.
"Saya selalu bilang fondasi ekonomi akan menentukan nilai IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) kita. Saya selalu bilang dari mulai titik terendah ekonomi sampai ujung masa ekspansi bisa 4x-5x, let say (katakan saja) sekarang 7.000, ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030, itu saya bilang berarti bisa sampai 28.000," kata Purbaya.
"Ini bukan hal tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi dengan baik, dan itu pasti akan terjadi," kata Purbaya.
(lav)




























