Logo Bloomberg Technoz

Ketika ditanya apakah AS telah memberikan jaminan kepada Taipei bahwa bahasa kebijakan tersebut tidak akan diubah, Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Francois Wu mengatakan: “Tidak ada yang 100% pasti.”

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump mengharapkan kunjungan yang sangat positif dengan Xi dan bahwa sikap pemerintah terhadap hubungan dengan Taiwan, yang dikenal sebagai kebijakan “Satu China”, tidak berubah.

Di bawah kebijakan tersebut, AS mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintah China tanpa memperjelas posisinya mengenai status hukum Taiwan. Dalam kerangka itu, AS tetap mempertahankan hubungan tidak resmi dengan Taipei.

Kementerian Luar Negeri di Beijing tidak menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja normal.

Wu mengatakan Taiwan berupaya meningkatkan kepentingan bersama dengan AS dan menyebut industri semikonduktor serta investasi besar Taiwan di negara tersebut sebagai alasan utama optimismenya.

“Semakin banyak kita berbagi kepentingan nasional yang sama, saya rasa kita akan semakin yakin bahwa kita tidak akan dijadikan bahan tawar-menawar,” katanya. “Untuk saat ini, kami merasa cukup yakin.”

Meskipun Trump kerap berbicara hangat tentang Xi, ia memiliki sejumlah penasihat yang bersikap keras terhadap China dan pernah turun tangan dalam perdebatan internal, termasuk terkait apakah akan mengizinkan China membeli chip canggih Blackwell milik Nvidia Corp., menurut orang-orang yang mengetahui hal tersebut.

Kekhawatiran yang Tersisa

Keterlibatan antara Taipei dan Washington berlangsung positif, menurut sumber-sumber tersebut, namun mereka menambahkan bahwa tidak mungkin mendapatkan kepastian dari Gedung Putih mengenai apa saja yang akan dibahas atau disepakati dalam pertemuan puncak di Beijing.

Mereka juga mengatakan bahwa para pembantu Presiden Donald Trump tidak mengetahui — dan tidak berpura-pura mengetahui — bagaimana pertemuan itu akan berlangsung. Hal inilah yang sebagian memicu kekhawatiran yang tersisa.

Para pejabat AS menghindari pertanyaan tersebut dan mengatakan pertemuan akan berfokus pada isu perdagangan dan investasi. Mereka ingin memusatkan kunjungan ke Beijing pada upaya memastikan akses yang lebih baik terhadap mineral penting dan logam tanah jarang yang tahun lalu dibatasi China melalui kontrol ekspor besar-besaran.

Meskipun aliran logam dan mineral tersebut meningkat sejak kedua pemimpin mencapai kesepakatan musim gugur lalu di Korea Selatan, perdagangan masih belum kembali ke tingkat sebelum pembatasan diberlakukan.

Hasil penting lain yang diinginkan Beijing adalah menahan penjualan senjata AS ke Taiwan. Tahun ini, Trump menunda paket senjata untuk Taipei setelah tekanan dari Xi Jinping dan mengatakan ia “sedang membicarakannya” serta akan membuat keputusan “dalam waktu dekat.”

Komentar itu membuat khawatir sejumlah pejabat di Washington dan Taipei, serta anggota parlemen AS. Meski demikian, sumber yang mengetahui pembahasan tersebut percaya penundaan itu bersifat sementara dan paket tersebut akan dilanjutkan setelah pertemuan puncak pada Mei.

Partai Komunis yang berkuasa di China menganggap Taiwan sebagai wilayahnya dan telah bersumpah untuk menguasainya suatu hari nanti, meskipun tidak pernah mengendalikan pulau demokratis tersebut. Pejabat Taiwan menolak posisi itu, dengan menyatakan bahwa pulau tersebut secara de facto merdeka dan tidak pernah diperintah oleh Beijing.

Trump mengatakan kepada The New York Times awal tahun ini bahwa keputusan terkait Taiwan “tergantung pada Xi,” namun kecil kemungkinan pemimpin China itu akan bertindak selama ia masih menjabat sebagai presiden, dan bahwa ia akan “sangat tidak senang” jika hal itu terjadi.

AS pekan ini menyita sebuah kapal tanker Iran yang menurut Trump membawa “hadiah dari China” — kemungkinan bahan bakar roket dan input lainnya. Hal ini terjadi setelah Trump mengatakan ia telah menerima komitmen tertulis dari Xi bahwa China tidak akan mengirim senjata ke Iran.

“Saya agak terkejut, karena saya memiliki hubungan yang sangat baik dan saya pikir kami sudah memiliki pemahaman dengan Presiden Xi,” kata Trump dalam acara Squawk Box di CNBC minggu ini. “Tapi tidak apa-apa. Begitulah jalannya perang, bukan?”

(bbn)

No more pages