Pernyataan tersebut menggunakan bahasa yang serupa dengan yang pernah digunakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang dalam sebuah pesan video kepada rakyat Iran pada awal perang menyerukan bahwa “sekarang adalah waktunya untuk mengambil kendali atas nasib Anda.”
Pernyataan ini juga memperkuat komentar publik pertama Xi mengenai perang Iran, yang disampaikan pekan lalu dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, di mana pemimpin China tersebut memperingatkan bahwa tatanan internasional “sedang runtuh ke dalam kekacauan” dan berjanji untuk memainkan peran konstruktif di Timur Tengah.
Selama akhir pekan, AS mempertahankan blokade Selat Hormuz dan menyita sebuah kapal Iran, yang meredupkan harapan akan terobosan dalam upaya mengakhiri perang.
Trump makin meningkatkan ketegangan dengan mengancam Iran dengan kehancuran besar jika kesepakatan tidak tercapai.
Iran membatalkan keputusannya untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah AS menolak mencabut blokadenya, dan selat tersebut kini hampir sepenuhnya tertutup, memperburuk krisis pasokan global dan menyebabkan harga minyak melonjak.
(bbn)


























