Logo Bloomberg Technoz

RI Mau Beli Minyak Rusia, Bahlil Janji Deal dengan AS Tetap Jalan

Azura Yumna Ramadani Purnama
17 April 2026 09:40

Peralatan Pioneer Natural Resources di dekat Midland, Texas, AS./Bloomberg-Michael Ciaglo
Peralatan Pioneer Natural Resources di dekat Midland, Texas, AS./Bloomberg-Michael Ciaglo

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia bakal tetap menjalankan perjanjian impor komoditas migas senilai US$15,5 miliar (sekitar Rp253 triliun) dari Amerika Serikat (AS), meskipun dalam waktu dekat akan mendatangkan minyak mentah hingga liquified petroleum gas (LPG) dari Rusia.

Bahlil menyatakan Rusia telah siap memasok minyak mentah ke Indonesia, sekaligus tengah menjajaki peluang investasi pembangunan fasilitas storage atau tangki penyimpanan minyak serta kilang minyak.

Bahlil juga mengungkapkan Indonesia dan Rusia tengah memasuki tahap negosiasi agar dapat mendatangkan LPG dari Rusia.


Meskipun begitu, Bahlil menegaskan Indonesia bakal tetap menghormati perjanjian impor migas dari sejumlah negara, termasuk dari AS. Terlebih, kata Bahlil, kebutuhan minyak mentah Indonesia per tahun mencapai 300 juta barel.

“Pasti pertanyaan kemudian adalah apakah dengan kita membeli crude dari Rusia kemudian bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barel, jadi semuanya kita ambil mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan,” kata Bahlil kepada awak media, di Istana Merdeka, Kamis (16/4/2026).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/4/2026). (Bloomberg Technoz/Azura)