Logo Bloomberg Technoz

Sementara, dari pasar domestik industri tenaga kerja di sektor manufaktur terancam mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), akibat perang yang berlangsung lama dan telah menyebabkan kenaikan harga bahan baku. 

Menyitir informasi dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), pekerja di sektor industri padat karya seperti tekstil dan perusahaan produksi otomotif dan suku cadangnya, terutama yang berbahan baku plastik terancam terkena PHK. KSPI mengatakan setidaknya ada 10 perusahaan yang dikabarkan akan melakukan PHK dan 9.000 pekerja berpotensi terkena dampaknya. 

Di sisi lain, lembaga pemeringkat kembali memberikan catatan bagi kondisi Indonesia. Baru-baru ini, S&P menilai Indonesia menjadi negara paling rentan mengalami penurunan peringkat (rating) di Asia tenggara jika perang terjadi secara berkepanjangan. 

Penilaian S&P terhadap kredit Indonesia sejalan dengan penilaian dan perubahan outlook yang disematkan Moody’s Ratings dan Fitch Ratings ke negatif pada akhir Februari dan awal Maret lalu.

Kedua lembaga lembaga ini merevisi outlook karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta lemahnya konsistensi dan kredibilitas bauran kebijakan ekonomi Indonesia, terutama di tengah kecenderungan sentralisasi pengambilan keputusan. 

Dalam tekanan ini, pemerintah Indonesia getol melakukan kunjungan ke beberapa lembaga internasional dalam kunjungannya ke AS demi menjaga kepercayaan investor. Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan strategi pengelolaan ekonomi Indonesia kepada investor asing seperti Blackrock, Goldman Sachs, dan Fidelity. Selain itu, Bendahara Negara juga bertemu dengan lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF) untuk menjelaskan strategi fiskal Indonesia.  

Pergerakan rupiah di pasar spot dalam tiga hari terakhir hingga Kamis (16/4/2026). (Bloomberg)

Di tengah upaya itu, kondisi rupiah offshore masih stagnan dan cenderung diam di tempat menandakan investor masih bersikap wait and see. Rupiah spot diperkirakan masih akan bergerak terbatas, dan belum mampu keluar dari level Rp17.000/US$ yang sudah disebut-sebut sebagai level keseimbangan baru di tahun ini.

Analisis Teknikal

Secara teknikal, rupiah berpotensi menguat hari ini biarpun di rentang sempit. Rupiah berpeluang menuju resistance terdekat di level Rp17.120/US$. 

Resistance potensial selanjutnya adalah Rp17.100/US$. Adapun Rp17.050/US$ menjadi target paling optimistis penguatan rupiah dalam perspektif harian (daily time frame).

Sementara itu, rupiah memiliki level support psikologis di level Rp17.150-17.200/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya di level Rp17.400/US$ dalam tren jangka menengah.

- Dengan asistensi M Julian Fadli -

(riset/aji)

No more pages