Kilang minyak negara tersebut mempercepat pengiriman dari AS dengan memilih kapal tanker minyak berukuran lebih kecil yang dapat melintasi Terusan Panama, daripada kapal besar yang harus melakukan perjalanan lebih lama mengelilingi Afrika.
Kasus Bright Horizon tidak biasa karena kurang ekonomis bagi kapal tanker untuk berlayar ke satu tujuan dengan muatan sebagian. Biaya angkutan juga melonjak akibat konflik di Timur Tengah, yang akan menambah beban biaya.
Pengiriman minyak mentah ke Bright Horizon di lepas pantai merupakan pergerakan kargo antarkapal ketiga yang melibatkan kapal tanker milik Jepang dalam beberapa minggu terakhir.
Negara tersebut mengandalkan manuver ini untuk mengamankan pasokan minyak dan menjaga kapal agar tidak memasuki zona konflik yang kini terlalu berisiko bagi kapal.
Keengganan untuk mengirimkan kapal, termasuk ke pelabuhan di Laut Merah yang jauh dari zona konflik saat ini, memperburuk kekurangan minyak mentah Jepang. Tokyo berencana melepaskan sekitar 20 hari pasokan minyak dari cadangan nasionalnya pada Mei, selain yang telah dijanjikan sebelumnya.
ENEOS Ocean Corp, unit dari perusahaan penyulingan Jepang Eneos Holdings Inc yang mengoperasikan terminal minyak di Kiire, mencantumkan Bright Horizon sebagai bagian dari armadanya. Juru bicara Eneos Holdings menolak berkomentar.
Kapal tanker Shenlong merupakan salah satu kapal besar pertama yang keluar dari Teluk Persia pada awal Maret. Kapal tersebut mengantarkan muatannya ke Mumbai tak lama setelah itu, lalu melakukan perjalanan ke Oman untuk mengambil minyak mentah yang kemudian dipindahkan ke Bright Horizon.
(bbn)





























